DEPOK (12/10/2026) – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat setelah terdeteksi mengalami tiga kali erupsi berturut-turut pada Senin pagi. Letusan terbesar teramati pada pukul 06.19 WIB dengan membumbungkan kolom abu vulkanik tebal berwarna kelabu setinggi 900 meter di atas puncak, atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut, yang mengarah ke barat daya. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi dalam laporan tertulis di Lumajang bahwa erupsi pagi tersebut terekam pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi gempa letusan mencapai 110 detik. Rangkaian letusan ini melengkapi dua kejadian sebelumnya pada hari yang sama, yakni pada pukul 01.45 WIB dengan visual tertutup kabut serta pukul 04.39 WIB yang juga menghasilkan kolom abu setinggi 900 meter.
Hingga saat ini gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih menetap pada Status Level III (Siaga), sehingga otoritas keselamatan mengeluarkan serangkaian imbauan ketat bagi warga sekitar. Pihak Pos Pengamatan melarang keras keberadaan aktivitas masyarakat dalam radius lima kilometer dari kawah puncak guna menghindari risiko lontaran batu pijar, serta melarang kegiatan apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar batas jarak aman tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai hingga radius 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan atas ancaman perluasan awan panas dan bahaya aliran lahar yang diproyeksikan dapat menerjang hingga sejauh 17 kilometer. Masyarakat di sekitar lereng mengimbau agar senantiasa mewaspadai potensi guguran lava, awan panas, dan endapan lahar dingin pada aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya di kawasan Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga anak-anak sungai kecil di sekitarnya.




































