DEPOK (16/10/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Jawa Barat resmi mengkonsolidasikan kekuatan lintas sektor guna mengakselerasi pencapaian target eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) pada tahun 2030. Komitmen penuntasan masalah kesehatan tersebut dibahas dalam Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Non-Dinkes serta Corporate Social Responsibility (CSR) yang dihelat di Aula Sapa Saba Gedung Dibaleka pada Kamis (15/10/2026). Agenda yang diinisiasi atas fasilitasi ADINKES Jabar ini ditujukan untuk memetakan peran konkret institusi pemerintah di luar sektor kesehatan murni hingga keterlibatan swasta dalam mendukung pembiayaan dan intervensi sosial.
Kepala Bapperida Kota Depok, Dadang Wihana, menegaskan usai pertemuan bahwa penanganan TBC menjadi prioritas mendesak yang memerlukan pendekatan terstruktur layaknya mitigasi pandemi COVID-19 melalui prinsip prevent, detect, dan respond. Dadang mengusulkan pembentukan pilot project di kelurahan berprevalensi TBC tinggi agar dampak intervensi dapat diukur secara presisi, sembari tetap menjaga pengawasan ketat terhadap kasus HIV/AIDS serta pemantauan kasus impor Malaria dari daerah endemik. Mewakili ADINKES Jawa Barat, Rusli mengapresiasi kerapian perencanaan serta penganggaran kesehatan Pemkot Depok, sembari mengingatkan bahwa pengentasan ATM secara tuntas hanya dapat diwujudkan bilamana lini Bappeda, Dinas Sosial, jajaran kewilayahan kecamatan dan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga korporasi bergerak sinergis sesuai kapasitas masing-masing.




































