Strategi Gizi Publik: Bupati Bogor Resmikan Gerakan Makan Telur dengan Distribusi 3.525 Paket di CFD

5

Depok (24/11/2025) – Pemerintah Kabupaten Bogor meluncurkan inisiatif kesehatan publik yang masif dengan kampanye Gerakan Makan Telur, diprakarsai oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak). Kegiatan ini mencapai puncaknya pada perayaan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman, di mana Bupati Rudy Susmanto secara langsung membagikan total 3.525 paket telur kepada masyarakat.

Kepala Diskanak Kabupaten Bogor, Nurhayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis pemerintah untuk mendekatkan pangan bergizi yang praktis dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Rincian Distribusi dan Tujuan Kesehatan

 

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan CFD pada Minggu (23/11/2025) kemarin, bertujuan utama untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat Bogor, yang pada akhirnya diharapkan dapat menunjang produktivitas dan ekonomi keluarga.

Jenis Paket Jumlah Tujuan Konsumsi
Telur Mentah 2.025 paket Dibawa pulang untuk disantap keluarga.
Telur Rebus Siap Konsumsi 1.500 paket Langsung dinikmati oleh anak-anak, remaja, dan masyarakat di lokasi.

“Intinya, kita ingin masyarakat Bogor lebih sehat, gizinya lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan ekonomi keluarga,” ujar Nurhayati, Senin (24/11/2025).

Sinergi Pemerintah dan Dukungan CSR

 

Nurhayati menambahkan, keberhasilan acara ini merupakan hasil koordinasi yang erat dengan berbagai pihak, terutama dukungan dari sektor swasta. Sumber telur untuk kegiatan ini berasal dari PT Malindo melalui program kerja sama CSR (Corporate Social Responsibility).

Pihak Diskanak berharap model distribusi gizi melalui ruang publik seperti CFD dapat terus berlanjut, dan dukungan CSR akan semakin meluas. Program serupa di masa depan direncanakan akan disesuaikan, mungkin dengan menu peningkat gizi lain seperti ikan atau ayam.

Program ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari warga, yang berharap inisiatif bantuan gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat ini dapat menjadi program berkelanjutan.

Komentar

komentar

BAGIKAN