Misi Krusial Gaza: TNI Siapkan 20.000 Prajurit Lintas Matra, Dipimpin Jenderal Bintang Tiga Berpengalaman Multilateral

4

Depok (27/11/2025) – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI, tengah memfinalisasi persiapan kontingen besar berkekuatan hingga 20.000 prajurit untuk misi perdamaian dan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Keterlibatan ini menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto pasca-penetapan mekanisme keamanan Gaza oleh Dewan Keamanan PBB, yang menyetujui rancangan Presiden AS Donald Trump.

Struktur Komando dan Spesialisasi Pimpinan

 

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, mengumumkan bahwa kompleksitas misi ini menuntut kepemimpinan yang tinggi:

“Rencana nanti dipimpin oleh jenderal bintang tiga,” ujar Agus, Selasa (24/11/2025).

Kapuspen TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, menjelaskan bahwa penunjukan perwira tinggi (pati) bintang tiga bukan tanpa alasan:

  1. Skala Operasi: Misi ini melibatkan tiga brigade komposit lintas matra (Kesehatan, Zeni Konstruksi, Bantuan), sehingga dibutuhkan komandan dengan otoritas dan pengalaman memadai dalam operasi gabungan.

  2. Kompleksitas Tugas: Misi ini diklasifikasikan sebagai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan cakupan tugas multidimensi—meliputi aspek kemanusiaan, rekonstruksi, kesehatan, dan perlindungan warga.

  3. Koordinasi Internasional: Pangkat bintang tiga dianggap mempermudah koordinasi dengan PBB dan elemen internasional lainnya, yang sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan misi.

Komposisi Pasukan dan Logistik Kesehatan

 

Meskipun angka final masih menunggu ketetapan Mabes TNI, proyeksi awal komposisi 20.000 prajurit menunjukkan dominasi TNI Angkatan Darat (AD) dalam Brigade Komposit:

Matra TNI Proyeksi Persentase Proyeksi Jumlah Prajurit
TNI AD 60% Sekitar 12.000 prajurit
TNI AL 25% Sekitar 5.000 prajurit
TNI AU 15% Sekitar 3.000 prajurit

Selain personel, misi ini diperkuat oleh sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) vital:

  • Dukungan Udara: Helikopter dan pesawat angkut C-130 Hercules.

  • Dukungan Medis: Dua Kapal Republik Indonesia (KRI) jenis Rumah Sakit.

Kadispenal, Laksamana Pertama Tunggul, memastikan kesiapan armada medis TNI AL: “Pada prinsipnya ketiga KRI [dr. Soeharso-990, dr. Wahidin Sudirohusodo-991, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat-992] tersebut siap untuk dikirimkan dan melaksanakan operasi kemanusiaan.”

Komentar

komentar

BAGIKAN