Depok (27/11/2025) – Wacana penambahan Bahasa Portugis ke dalam kurikulum pendidikan nasional semakin menguat, dipicu oleh instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Meskipun demikian, implementasi kebijakan tersebut kini bergantung pada kesiapan infrastruktur pendidikan, terutama ketersediaan tenaga pengajar.
Latar Belakang Kebijakan: Kemitraan Strategis dengan Brasil
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menjelaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo didasarkan pada visi strategis untuk memperkuat hubungan dengan Brasil.
-
Visi Presiden: Prabowo ingin membentuk ‘New Special Relationship’ antara Indonesia dan Brasil, menjadikan Brasil sebagai salah satu mitra strategis utama RI.
-
Justifikasi Bahasa: Menlu Sugiono menekankan bahwa penguasaan bahasa Portugis sangat penting untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang telah disepakati antara kedua negara. Komunikasi menjadi aspek kunci keberhasilan kemitraan ini.
Status Implementasi dan Tantangan Kesiapan Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengonfirmasi bahwa Kemendikdasmen telah melakukan kajian internal mengenai pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Portugis. Namun, Mu’ti menyatakan bahwa implementasi pelajaran ini masih menunggu beberapa prasyarat terpenuhi:
“Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya, juga bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” ujar Mu’ti, Rabu (26/11/2025).
Saat ini, Bahasa Portugis kemungkinan akan diimplementasikan melalui skema bahasa asing pilihan, bukan sebagai mata pelajaran wajib.
Tujuan Strategis: Membuka Peluang Global
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti), Fauzan, menambahkan bahwa tujuan strategis dari pengajaran bahasa asing yang lebih gencar, termasuk Portugis, melampaui kepentingan diplomatik:
-
Komunikasi Internasional: Mempermudah masyarakat Indonesia berkomunikasi di tingkat internasional.
-
Akses Pekerjaan: Mempermudah masyarakat RI mendapatkan pekerjaan di luar negeri, mengatasi kendala bahasa yang selama ini menjadi tantangan meniti karier global.
Wacana ini berjalan beriringan dengan fokus pemerintah pada bahasa asing lain. Mendikdasmen Mu’ti mengumumkan bahwa pengajaran Bahasa Inggris akan dimulai untuk murid Kelas 3 SD pada 2027, dengan pelatihan guru dimulai setahun sebelumnya (2026). Bahasa asing lainnya yang saat ini diajarkan di sekolah antara lain Bahasa Arab, Prancis, Mandarin, Jepang, dan Korea.




































