Depok (24/11/2025) – Sejarah kriminalitas terkadang menyimpan plot twist yang melampaui logika. Di era Bandung Baheula—saat teknologi CCTV hanyalah fiksi—terjadi insiden pembobolan rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Ipik Gandamana, yang berujung pada aksi paling ganjil.
Peristiwa ini terjadi di kediaman pribadinya di Jalan Gunung Kareumbi (Ciumbuleuit, Bandung), larut malam.
Sang Penyusup yang Prioritaskan Kebersihan
Seorang “tamu tak diundang” berhasil membongkar jendela dan menyusup ke dalam rumah. Berdasarkan jejak kaki, penyusup ini sempat berjalan mondar-mandir di ruang tengah dan berupaya memasuki kamar tidur Gubernur, namun gagal karena pintu terkunci rapat.
Alih-alih panik atau segera mencari barang berharga, sang penyusup justru membuat keputusan yang paling tidak terduga: ia menuju kamar mandi, dan mandi.
Ya, di tengah upaya kriminal, sang pelaku memilih untuk menunda aksinya demi self-care routine.
Pelarian Setelah Gangguan Tidur
Aksi “mandi dadakan” ini sayangnya terinterupsi. Beberapa pembantu rumah tangga terbangun oleh kehadiran tamu misterius tersebut. Begitu aksinya diketahui, pelaku segera melarikan diri tanpa sempat mengambil apa pun.
Menurut catatan, pada malam kejadian, Gubernur dan Nyonya Ipik Gandamana tidak berada di rumah Ciumbuleuit. Mereka sedang berada di Gedung Gubernuran (Jalan Oto Iskandar Dinata) untuk persiapan menyambut tamu agung.
Kisah dari era tempo doeloe ini membuktikan bahwa Bandung selalu menjadi panggung bagi kejadian-kejadian unik. Pelaku kriminalitas zaman itu bukan hanya punya nyali, tetapi juga punya prioritas kebersihan yang tinggi, mengubah pembobolan rumah menjadi episode komedi sejarah yang absurd dan tak terlupakan.



































