Ancaman “Silent Killer” di Jalur Mudik: Dishub Depok Ingatkan Bahaya Microsleep bagi Pengendara

Depok (16/03/2026) – Di tengah antusiasme warga Depok menyambut mudik Lebaran 2026, otoritas perhubungan setempat mengeluarkan peringatan keras terkait fenomena microsleep. Kondisi tidur singkat yang tidak disadari ini kerap menjadi penyebab utama kecelakaan fatal pada perjalanan jarak jauh akibat kelelahan kronis yang diabaikan oleh pengemudi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Zamrowi, menegaskan bahwa kesadaran akan kondisi tubuh jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan sampai ke tujuan.

Mengenal Microsleep: Hilang Kendali dalam Hitungan Detik

Microsleep adalah kondisi di mana otak “mati” sesaat dan seseorang tertidur dalam durasi beberapa detik saja. Bagi pengendara yang melaju dalam kecepatan tinggi, kehilangan kesadaran selama dua hingga lima detik sudah cukup untuk menyebabkan fatalitas di jalan raya.

Microsleep biasanya dipicu oleh kelelahan ekstrem atau kurangnya waktu istirahat yang berkualitas. Kondisi ini sangat berbahaya karena konsentrasi hilang sepenuhnya secara mendadak,” jelas Zamrowi, Selasa (17/3/2026).

Sinyal Bahaya: Tanda-Tanda Tubuh Mulai Kelelahan

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, menjabarkan sejumlah indikator fisik yang harus diwaspadai pengendara sebelum terjebak dalam fase microsleep:

  • Gejala Mata: Kelopak mata terasa berat dan frekuensi berkedip yang melambat.

  • Respon Tubuh: Sering menguap secara berulang dan kehilangan fokus pada rambu atau marka jalan.

  • Instabilitas Kendaraan: Mobil atau motor mulai bergerak tidak stabil atau melenceng dari jalur semestinya.

Langkah Mitigasi: Prioritas Keselamatan di Atas Kecepatan

Guna meminimalisir risiko, Dishub Depok merumuskan panduan aman bagi para pemudik mandiri:

  1. Mandatori Istirahat: Berhenti setiap beberapa jam perjalanan di tempat aman atau rest area. Jangan menunggu sampai rasa kantuk terasa tak tertahankan.

  2. Manajemen Pengemudi: Sangat disarankan untuk melakukan pergantian pengemudi guna menjaga tingkat fokus tetap optimal.

  3. Persiapan Pra-Mudik: Memastikan durasi tidur yang cukup (minimal 7-8 jam) semalam sebelum keberangkatan.

“Jika mulai merasa mengantuk, satu-satunya solusi adalah berhenti. Jangan memaksakan diri berkendara terlalu lama. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar momen Lebaran tetap membawa kebahagiaan,” tutup Aan.

Komentar

komentar

BAGIKAN