Depok (02/01/2026) – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Depok, Jawa Barat, diselimuti bencana alam. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan ambruknya bagian atap rumah seorang warga lanjut usia di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos.
Rumah milik Rohaini (66) di RT 02/RW 09 mengalami kerusakan parah pada Rabu malam (31/12/2025). Seluruh atap bangunan runtuh, menyisakan puing-puing kayu dan genteng yang berserakan dari ruang tengah hingga dapur.
Detik-Detik Penyelamatan Diri
Rohaini menceritakan kronologi kejadian saat ia dan cucunya berada di dalam rumah ketika badai menerjang. Mendengar suara keras yang mengindikasikan bangunan akan roboh, ia segera mengambil tindakan cepat.
“Lagi di dalam sama cucu lari, daripada ketiban,” kata Rohaini saat ditemui pada Jumat (2/1/2026). Tindakan sigap itu menyelamatkan mereka dari tertimpa material bangunan.
Kerusakan yang diakibatkan sangat luas, menyebabkan rumah tersebut tidak layak huni. Rohaini memperkirakan sedikitnya lima ruangan terdampak langsung oleh reruntuhan atap, termasuk dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan gudang. Barang-barang berharga seperti kasur, lemari, dan peralatan dapur dilaporkan rusak parah.
Diduga, kerusakan ini dipicu oleh struktur kayu kusen penyangga genting yang sudah rapuh termakan usia. Kini, Rohaini terpaksa mengungsi ke rumah anaknya dan berharap mendapatkan bantuan renovasi dari pemerintah.
Ancaman Siklon Tropis Mengintai Jawa Barat
Insiden di Depok ini bertepatan dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai ancaman cuaca ekstrem di Jawa Barat pada pekan pertama Januari 2026.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kondisi cuaca dipengaruhi oleh pertumbuhan bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia Barat Daya Lampung dan Siklon Tropis Harley di Selatan Pulau Sumba.
“Fenomena ini berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat,” ujar Rahayu (31/12/2025).
BMKG mengimbau masyarakat Depok, Bogor, Bandung Raya, dan wilayah lain di Jabar untuk mewaspadai potensi hujan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang yang diprediksi berlanjut hingga 6 Januari 2026.





































