Depok (05/12/2025) – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, baru-baru ini melakukan pertemuan langsung dengan para driver ojek online (ojol) di Sekretariat Driver Ojol LRT Harjamukti. Pertemuan ini menjadi ruang penting bagi para pengemudi untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka secara terbuka kepada pimpinan legislatif.
Para driver menyoroti sejumlah masalah krusial, mulai dari sepinya orderan di area pusat kota hingga masalah jaminan sosial dan kemacetan.
Seorang driver mengeluhkan dinamika pekerjaan, terutama terkait minimnya orderan setelah menempuh perjalanan jauh ke pusat kota, yang menjadi sia-sia. “Apalagi LRT nih sore begini kusut, Pak Ade, sudah jam-jam bubaran… Kalau sekarang itu keluhan teman-teman kita main di daerah nih dapat arah ke pusat, di sana kadang-kadang enggak bunyi orderan, jadi jauh-jauh ke sana kalau enggak ada orderan buat apaan?” keluh driver pertama.
Tantangan BPJS dan Kesejahteraan Sosial
Isu kesejahteraan juga menjadi fokus utama. Driver kedua mengungkapkan bahwa banyak rekan ojol terkendala dalam akses ke BPJS Kesehatan. Sementara driver ketiga menceritakan pengalamannya yang “parno duluan” karena kesulitan mengurus BPJS Ketenagakerjaan (TK), sehingga enggan mengurus jaminan sosial lagi.
Menanggapi hal tersebut, Ade Supriyatna mendalami solusi terkait BPJS, khususnya bagi pekerja yang mungkin masuk kategori Buruh Harian Lepas (BHL) atau desil 5 ke bawah. Ia menekankan perlunya koordinasi dan kerja sama pengurus ojol untuk mengidentifikasi dan memfasilitasi anggota yang paling membutuhkan jaminan sosial.
Mencari Win-Win Solution untuk Kantong Parkir
Isu mobilitas dan fasilitas publik juga diangkat. Seorang driver menuntut adanya solusi yang adil bagi mereka dan masyarakat umum. “Biar ada win-win solution-nya, Pak, terhadap kemacetan yang ada di Kota Depok,” pintanya.
Ade Supriyatna merespons dengan menjanjikan tindak lanjut serius, khususnya terkait penyediaan kantong parkir atau shelter resmi bagi ojol, dengan mempertimbangkan status lahan (apakah Fasilitas Sosial/Fasilitas Umum atau milik swasta).
Ketua DPRD menyayangkan bahwa pihak aplikator belum pernah dipanggil untuk berdialog terkait masalah ini. “InsyaAllah nanti kita tindak lagi, lanjutin ngobrol di DPRD ya. Aplikator dipanggil enggak? Belum ya, sayang ya,” tutup Ade, sembari berjanji akan mengawal masukan yang disampaikan.
Melalui caption di media sosialnya, Ade Supriyatna menegaskan komitmen DPRD Depok untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak kepada masyarakat, termasuk para driver ojol yang ia sebut sebagai “bagian dari denyut nadi mobilitas masyarakat Depok.”





































