Depok (30/10/2025) – Semangat literasi kembali berkobar di Taman Baca Kedaung lewat kegiatan bertajuk “Bincang Aksara: Dari Buku ke Aksi”, yang digelar pada Selasa (28/10/25). Acara ini disiarkan langsung melalui akun Instagram @tamanbacakedaung pukul 19.30 WIB, menghadirkan sosok inspiratif Fayyana Ailisha Davianny — penulis muda produktif sekaligus Founder @selfgrow.id, yang juga dikenal sebagai Pemuda Berprestasi Bidang Kepemimpinan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
Sesi bincang berlangsung hangat dan penuh energi, dipandu oleh Nisriina Nurhaliza dari Divisi Edukasi dan Penelitian Taman Baca Kedaung. Dengan cara bertutur yang ringan namun tajam, Nisriina sukses menjembatani percakapan dua arah yang inspiratif antara narasumber dan audiens daring.
Dalam perbincangan tersebut, Fayyana mengajak peserta untuk melihat literasi lebih luas daripada sekadar membaca atau menulis. Ia menekankan bahwa literasi sejatinya adalah daya gerak kehidupan — kemampuan memahami, menafsirkan, dan mencipta makna dari pengalaman.
“Menulis itu bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian untuk bercerita dan menemukan diri. Dari membaca, kita memahami dunia; dari menulis, kita mengenali siapa kita,” ungkapnya.
Acara Bincang Aksara merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi yang secara konsisten digagas oleh Taman Baca Kedaung untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya di kalangan remaja dan pemuda.
Founder Taman Baca Kedaung, Baldan, menjelaskan bahwa forum seperti ini akan menjadi agenda rutin komunitas. Tujuannya jelas — menjadikan literasi bukan hanya kebiasaan intelektual, tapi juga wadah pengembangan diri dan gerakan sosial yang berkelanjutan.
“Kami ingin literasi tidak berhenti di buku. Ia harus hidup dalam tindakan. Taman Baca Kedaung hadir agar anak muda punya ruang belajar, berjejaring, dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Saat ini, komunitas tersebut memiliki 15 relawan aktif dari beragam latar belakang yang bahu-membahu menjalankan berbagai program literasi — mulai dari diskusi buku, kelas menulis, hingga kegiatan sosial berbasis edukasi masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, acara ini turut menghadirkan giveaway saldo GoPay senilai total Rp150.000 bagi tiga penonton yang aktif berpartisipasi selama sesi berlangsung, menambah semarak kegiatan malam itu.
Lebih dari sekadar bincang santai, Bincang Aksara menjadi bukti bahwa literasi dapat bergerak dan memberi dampak nyata. Di tangan anak muda seperti Fayyana dan para relawan Taman Baca Kedaung, membaca bukan lagi kegiatan sunyi — melainkan langkah awal menuju perubahan.
“Literasi adalah gerakan. Dari membaca kita tumbuh, dari menulis kita berdaya, dan dari aksi kita memberi makna,” tutup Fayyana penuh semangat.






























