Dinamika Arus Mudik Terminal Jatijajar: Puncak Penumpang Tembus 1.600 Orang, Terminal Bayangan Masih Jadi Tantangan

Depok (20/03/2026) – Otoritas Terminal Jatijajar mencatatkan pergerakan penumpang yang fluktuatif namun intens dalam sepekan terakhir menjelang Lebaran 2026. Data operasional menunjukkan volume keberangkatan sempat menyentuh angka tertinggi di atas 1.600 penumpang dalam satu hari, menandakan tingginya ketergantungan masyarakat Depok pada moda transportasi bus antarkota.

Meskipun angka menunjukkan tren puncak telah terlewati pada akhir pekan lalu, tantangan pendataan tetap membayangi akibat masih maraknya aktivitas di titik-titik keberangkatan tidak resmi.

Statistik Keberangkatan: Menakar Puncak Arus

Kepala Terminal Jatijajar, Rafik Hidayat, memaparkan eskalasi jumlah pemudik yang mulai merangkak naik sejak pertengahan Maret. Berdasarkan data produksi Angkutan Lebaran (Angleb), berikut adalah rincian fluktuasi penumpang:

  • Fase Awal (12-13 Maret): Bergerak dari 722 hingga 965 penumpang.

  • Fase Puncak (14-15 Maret): Melonjak drastis hingga mencapai angka tertinggi sebesar 1.615 penumpang dengan pengerahan 179 armada bus.

  • Fase Fluktuasi (16-18 Maret): Sempat melandai di angka 1.449, kemudian kembali terkoreksi naik ke 1.609 penumpang, sebelum akhirnya turun ke level 1.370 penumpang pada Rabu lalu.

“Untuk prediksi ke depan, kemungkinan angka akan melandai dan stabil di kisaran 1.000 penumpang per hari,” ujar Rafik, Jumat (20/03/2026).

Anomali Data: Fenomena Terminal Bayangan

Rafik menegaskan bahwa statistik resmi di Terminal Jatijajar belum sepenuhnya memotret realitas mobilitas masyarakat secara utuh. Masih tingginya minat pemudik untuk menggunakan “terminal bayangan” di sejumlah titik strategis menjadi variabel pengganggu dalam akurasi pendataan.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah wilayah Cimanggis, di mana banyak penumpang memilih naik bus di luar area terminal resmi. Fenomena ini tidak hanya menyulitkan pengawasan jumlah pemudik, tetapi juga berisiko terhadap standar keamanan penumpang.

Imbauan Keselamatan dan Standardisasi

Menyikapi hal tersebut, manajemen terminal terus mengedukasi masyarakat mengenai risiko keberangkatan dari jalur tidak resmi. Penggunaan terminal tipe A seperti Jatijajar menjamin adanya pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) pada armada bus serta pendataan identitas penumpang yang lebih akurat.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas terminal resmi demi jaminan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman,” pungkas Rafik.

Komentar

komentar

BAGIKAN