Depok (09/01/2026) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah memfinalisasi persiapan menjelang pertemuan perdana bersejarah dalam format “2 Plus 2” (Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan) antara Indonesia dan Turki di Ankara pada Jumat (9/1). Pertemuan ini menandai penguatan kemitraan strategis kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas, mengonfirmasi kesiapan tersebut setelah melakukan pertemuan final yang konstruktif dengan Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kemlu Turki, Korkut Gungen, didampingi Dubes RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.
“Pertemuan kami bertujuan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang, termasuk finalisasi program, agenda, dan pengaturan teknis,” ujar Endah di Ankara.
Pertemuan “2 Plus 2” ini mencerminkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk memperkuat kemitraan strategis, khususnya pada sektor-sektor prioritas dan kerja sama pertahanan.
Agenda Strategis dan Eksklusivitas Forum
Pertemuan “2 Plus 2” ini adalah tindak lanjut dari High Level Strategic Cooperation Council antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, sebelumnya menyebutkan bahwa pokok pembahasan utama meliputi:
-
Bilateral: Keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, energi, dan kerja sama industri pertahanan.
-
Regional & Global: Isu-isu di Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik, serta koordinasi di forum multilateral (G20, ASEAN, BRICS) dan pembahasan isu Palestina.
Format “2 Plus 2” ini sangat eksklusif, di mana Turki menjadi negara kelima yang memiliki mekanisme ini dengan Indonesia, setelah Australia, Jepang, China, dan Prancis.
Misi Selanjutnya: Menlu Bertemu Erdogan
Setelah menuntaskan dialog “2 Plus 2” di Ankara, Menlu RI Sugiono dijadwalkan melanjutkan agenda diplomatiknya ke Istanbul.
Pada Sabtu (10/1), Menlu Sugiono akan bertemu dengan Presiden Erdogan untuk menyampaikan undangan resmi dari Presiden Prabowo Subianto agar Presiden Turki dapat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 (organisasi delapan negara berkembang), yang akan diselenggarakan oleh Indonesia sebagai ketua pada April tahun ini.







































