Investasi Emas atau Perak di 2026? Ini Perbandingan dan Pertimbangannya

Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Salah satu pemicunya adalah inflasi global yang masih belum stabil di banyak negara. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang baru mengenal investasi emas, saya mulai menjadikannya sebagai tabungan jangka panjang untuk melindungi nilai uang di masa depan.

Awal mula saya membeli emas Antam adalah di akhir tahun 2024, dengan harga sekitar Rp1.500.000 per gram. Tak disangka, dari yang awalnya sekadar coba-coba, justru jadi ketagihan. Setiap ada uang lebih, saya belikan emas—tanpa paksaan nominal, seadanya saja. Daripada disimpan dalam bentuk uang tunai yang rawan terpakai, saya memilih mengalihkannya ke bentuk keping emas.

Sejak Januari 2025, harga emas Antam hampir setiap hari mengalami kenaikan. Sepanjang periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025, harga emas naik sebesar 68,46%, dari Rp1.506.000 menjadi Rp2.537.000 per gram.

Dari grafik tersebut terlihat bahwa harga emas relatif stabil sejak Januari hingga Agustus 2025. Memasuki September, harga mulai mengalami kenaikan signifikan, meskipun sesekali sempat terkoreksi. Namun secara umum, tren kenaikan terus berlanjut hingga akhir Desember 2025.

Lalu bagaimana dengan harga emas di Januari 2026?
Harga emas kembali merangkak naik dan bahkan menembus Rp3.003.000 per gram pada 28 Januari 2026. Menariknya, pada hari tersebut emas mengalami dua kali kenaikan dalam satu hari:

  • Pukul 08.29 naik Rp52.000

  • Pukul 16.27 naik lagi Rp35.000


Saat Emas Mahal, Perak Mulai Dilirik

Di tengah harga emas yang semakin tinggi, perak mulai menunjukkan eksistensinya. Sebelumnya, perak cenderung kurang dilirik karena harganya yang relatif murah dan peminatnya yang sepi. Namun kini, perak mulai banyak dicari karena harga belinya jauh lebih terjangkau dibandingkan emas.

Sebagai contoh, dengan dana sekitar Rp3 juta, kita bisa membeli perak seberat ±50 gram, sementara jika dibelikan emas, kita hanya mendapatkan 1 gram. Hal inilah yang membuat banyak orang mulai beralih ke perak sebagai alternatif investasi.

Jika kita bandingkan dari tabel tersebut, terlihat bahwa dalam jangka waktu dua tahun, harga emas mengalami kenaikan hingga dua kali lipat, sementara harga perak justru melonjak hingga tiga kali lipat. Menarik, bukan?

Lonjakan harga perak ini dipicu oleh kekurangan pasokan fisik global, sementara permintaan terus meningkat, terutama untuk kebutuhan industri seperti panel surya, kendaraan listrik, dan sektor teknologi lainnya.

Emas vs Perak: Mana yang Lebih Kuat?

Meski perak terlihat menjanjikan, menurut saya perak belum bisa sepenuhnya menggantikan emas. Hal ini terlihat dari kebijakan banyak Bank Sentral dunia yang hingga saat ini tidak menggunakan perak sebagai cadangan devisa. Mereka tetap memilih emas karena dianggap memiliki nilai moneter yang tinggi dan stabil.

Selain itu, standardisasi perak—baik dari sisi sertifikasi, harga jual-beli, maupun likuiditas—belum sekuat emas. Berbeda dengan emas yang sudah memiliki standar internasional yang jelas dan diterima hampir di seluruh dunia.

Pada akhirnya, semua kembali pada tujuan dan profil risiko masing-masing.
Apakah kamu lebih memilih emas yang stabil dan diakui global, atau perak yang lebih terjangkau dengan potensi pertumbuhan menarik?

Kalau kamu sendiri, lebih pilih investasi emas atau perak di 2026?


Oleh: Nurul Astri Suminar
Mahasiswa IAI SEBI

Komentar

komentar

BAGIKAN