Kerja Sama Strategis RI-Tiongkok Diperkuat: MPR RI dan CPPCC Tandatangani Komitmen Teknologi Hijau, Pendidikan, dan Stabilitas Kawasan

Depok (04/12/2025) – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyambut delegasi senior Tiongkok yang dipimpin oleh Wang Huning (Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok/CPPCC), dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, ini berfokus pada penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, melampaui investasi dan perdagangan yang sudah signifikan.

Pilar Baru Kerja Sama Bilateral

Kedua pemimpin menyoroti perluasan fokus kerja sama, terutama di tengah tantangan global:

  1. Teknologi Hijau dan Ekonomi Digital: Wang Huning menyebut Tiongkok siap mempercepat transformasi ekonomi Indonesia melalui pengembangan ekonomi digital, energi bersih, teknologi hijau, dan inovasi industri.

  2. Pendidikan dan Budaya: Tiongkok menyambut lebih banyak pelajar Indonesia untuk studi di Tiongkok dan mendorong pertukaran organisasi keagamaan untuk meningkatkan saling pengertian.

  3. Ketahanan Pangan dan Kesehatan: Tiongkok siap memperkuat kerja sama di bidang teknologi pertanian, peningkatan kualitas produk perikanan, sistem kesehatan, penelitian obat tradisional, dan pengendalian penyakit.

Hubungan Personal dan Belajar Silang Pengalaman

Ahmad Muzani menekankan bahwa hubungan kedua negara berada pada titik terbaik, didukung oleh hubungan personal yang hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping, yang dianggap berdampak positif bagi stabilitas kawasan.

Muzani juga menyoroti pentingnya saling belajar pengalaman:

  • Indonesia Belajar dari Tiongkok: Dalam aspek penanggulangan kemiskinan (mengapresiasi capaian Tiongkok dalam memberantas kemiskinan).

  • Tiongkok Belajar dari Indonesia: Dalam aspek mengelola keberagaman.

Dukungan Tiongkok dan Komitmen Stabilitas

Wang Huning menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana alam yang terjadi di Sumatera dan menegaskan bahwa Tiongkok menghargai posisi Indonesia yang memegang teguh prinsip saling menghormati isu-isu fundamental.

Wang Huning memastikan Tiongkok akan terus memperkuat kemitraan dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI), yang mencakup industrialisasi, infrastruktur, perdagangan, dan investasi, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Muzani pada kesempatan itu juga menjelaskan peran konstitusional MPR RI, termasuk kewenangan mengubah UUD 1945 dan melantik Presiden, sambil menyatakan keyakinan bahwa kunjungan delegasi RRT ini akan semakin memperkokoh hubungan sosiologis antar-masyarakat.

Komentar

komentar

BAGIKAN