Depok (15/03/2026) – Langit Kota Bandung di atas Flyover Prof. Mochtar Kusumaatmadja mendadak berubah warna pada Minggu (14/3/2026) malam. Asap pekat berwarna kemerahan menyelimuti cakrawala, bukan karena petaka, melainkan akibat nyala ribuan flare yang dihidupkan serentak oleh Bobotoh guna memperingati hari jadi ke-93 Persib Bandung.
Suasana di ikon Kota Kembang tersebut berubah menjadi teater terbuka. Dentuman kembang api yang bersahutan menciptakan simfoni suara di udara, sementara kilatan cahaya warna-warni memberikan sentuhan estetika yang megah di tengah kegelapan malam.
Blokade Kegembiraan dan Kibaran Panji Raksasa
Ribuan pendukung setia “Maung Bandung” memadati badan jalan layang hingga memicu blokade massa yang larut dalam euforia. Yel-yel kebanggaan dan lagu-lagu penyemangat terus dikumandangkan, mengiringi kibaran bendera raksasa yang menutupi pandangan mata di sepanjang jalur tersebut.
“Selamat ulang tahun Persib, panjang umur,” seru Dondon, seorang Bobotoh asal Cimahi yang sengaja datang ke lokasi demi memberikan penghormatan bagi tim kecintaannya.
Bagi Dondon, perayaan tahun ini terasa lebih berenergi karena posisi Persib yang tengah berada di jalur positif. “Apa pun saya lakukan demi Persib. Sekarang tim sedang di puncak, dan saya yakin kita akan kembali juara,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Ziarah dari Berbagai Daerah
Besarnya kecintaan terhadap Persib juga membawa massa dari luar Bandung. Indri, seorang Bobotoh perempuan asal Cianjur, rela menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk merasakan atmosfer perayaan ini secara langsung.
“Tahu informasi perayaan ini dari sesama Bobotoh. Alhamdulillah, suasananya ramai sekali,” ungkap Indri. Ia pun menyisipkan harapan agar di usia yang hampir seabad ini, persaudaraan antar-pendukung tetap solid.
Harapan Indri tak berhenti pada aspek solidaritas. Fokus utamanya tetap pada prestasi di atas lapangan hijau. “Wajib juara. Pokoknya Ramon dan kawan-kawan harus membawa pulang trofi itu ke Bandung,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-93 ini menjadi bukti nyata bahwa bagi warga Jawa Barat, Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan identitas dan harga diri yang tetap menyala meski tahun terus berganti.





































