Lebaran 2026: Jasa Marga Kerahkan Teknologi AI dan Jalur Fungsional Layani 3,5 Juta Kendaraan

Depok (14/03/2026) – Raksasa pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, secara resmi mengumumkan kesiapan operasional menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Perseroan memproyeksikan sebanyak 3,53 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama dalam periode 21 hari (H-10 hingga H+10).

Empat titik krusial yang menjadi fokus utama adalah Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

Digitalisasi Pemantauan: AI dan Machine Learning

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Jasa Marga semakin mengandalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai otak pusat kendali. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa proyeksi lalu lintas tahun ini disusun menggunakan analisis data historis yang diperkuat oleh teknologi mutakhir.

“Kami mengoptimalkan teknologi pemantauan visual yang didukung oleh machine learning dan artificial intelligence (AI). Teknologi ini mampu membaca pola pergerakan lalu lintas secara real-time, sehingga rekayasa lalu lintas di lapangan dapat dilakukan lebih responsif dan efektif,” jelas Rivan dalam keterangannya, Sabtu (14/3).

Strategi Jalur Fungsional & Armada Operasional

Guna memecah kepadatan, Jasa Marga telah menyiapkan empat ruas tol fungsional yang siap dioperasikan sewaktu-waktu:

  1. Jakarta-Cikampek II Selatan: Ruas Sadang-Setu (52 km).

  2. Yogyakarta-Bawen: Seksi 6 Ambarawa-Bawen (4,98 km).

  3. Jogja-Solo: Segmen Prambanan-Purwomartani (12,225 km).

  4. Probolinggo-Banyuwangi Tahap I: Ruas Probolinggo–Situbondo Barat (49,68 km).

Kekuatan Personel dan Alutsista Jalan Tol

Untuk memastikan kelancaran di lapangan, Jasa Marga menyiagakan “pasukan” layanan operasi dalam skala besar, yang meliputi:

  • Armada Bergerak: 124 unit mobile customer service, 199 unit derek, 101 kendaraan PJR, 55 ambulans, dan 37 kendaraan rescue.

  • Teknis Gerbang Tol: 736 unit mobile reader, 470 petugas on call, dan 121 titik layanan top up tunai untuk mengantisipasi saldo e-toll yang kurang.

  • Manajemen Arus: 18.000 rubber cone disiapkan untuk skema contraflow atau rekayasa lainnya, didukung oleh 5 tim urai kepadatan.

Sinergi Lintas Sektoral

Rivan menegaskan bahwa keberhasilan penanganan mudik 2026 bergantung pada kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan seperti Korlantas Polri, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenhub, serta Kementerian PU.

Pihak manajemen juga memberikan imbauan keras kepada para pemudik untuk memastikan kondisi fisik pengendara dan kelayakan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki ruas tol. “Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan adalah kunci perjalanan yang aman dan nyaman,” tutupnya.

Komentar

komentar

BAGIKAN