Depok (14/03/2026) – Manajemen Bandar Udara Internasional Juanda menetapkan status siaga menjelang periode mudik Idulfitri 2026. Arus pergerakan penumpang diproyeksikan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret (H-3 Lebaran) dengan estimasi volume mencapai 50.888 orang dalam satu hari.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengungkapkan bahwa terdapat kenaikan volume penumpang sebesar 0,14% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh anomali kalender di mana hari raya Nyepi dan Idulfitri jatuh berdekatan, menciptakan durasi libur yang lebih panjang.
Faktor Pemicu dan Proyeksi Arus
Selain faktor libur panjang, Tohir menyebut kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat untuk memulai perjalanan lebih awal.
“Momen libur kali ini sangat unik karena didahului libur Nyepi. Ini mendorong masyarakat memanfaatkan waktu untuk mudik sekaligus berwisata,” ujar Tohir dalam keterangan resminya, Jumat (14/3).
Pihak bandara memetakan dua titik kepadatan ekstrem:
-
Puncak Arus Mudik (H-3): Diprediksi sebanyak 50.888 penumpang.
-
Puncak Arus Balik (H+7): Diprediksi menembus 51.461 penumpang.
Antisipasi Maskapai: Penambahan Frekuensi Terbang
Menanggapi tren peningkatan tersebut, sejumlah maskapai penerbangan telah mengajukan total 136 penerbangan tambahan (extra flight) untuk memastikan kapasitas kursi mencukupi. Berdasarkan data per 9 Maret, rincian pengajuan tersebut meliputi:
-
Citilink: 76 penerbangan
-
AirAsia: 26 penerbangan
-
Lion Air: 24 penerbangan
-
Super AirJet: 10 penerbangan
Aktivasi Posko Lebaran dan Sinergi Lintas Instansi
Guna menjamin kelancaran operasional, Bandara Juanda resmi mengoperasikan Posko Angkutan Udara Libur Lebaran 2026 di Terminal 1 dan Terminal 2 selama 18 hari ke depan. Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali informasi sekaligus area pelayanan terpadu.
Operasional posko melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Satgaspam TNI AL, Lanudal Juanda, Otoritas Bandara Wilayah III, hingga instansi teknis seperti BMKG, Basarnas, dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya.
Imbauan Strategis bagi Calon Penumpang
Mengingat adanya potensi kepadatan tinggi pada tanggal 18 Maret mendatang, manajemen Juanda mengeluarkan peringatan dini bagi para pengguna jasa.
“Kami sangat mengimbau calon penumpang untuk datang ke bandara lebih awal dari jadwal keberangkatan biasanya. Hal ini krusial guna menghindari keterlambatan akibat antrean di area terminal maupun akses menuju bandara,” tutup Tohir.



































