Depok (17/03/2026) – Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai mengoperasikan skema layanan puncak menyusul lonjakan pergerakan penumpang yang signifikan menjelang mudik Lebaran 2026. Data terbaru menunjukkan adanya pengajuan 735 penerbangan tambahan (extra flights) dari berbagai maskapai untuk mengakomodasi kebutuhan mobilisasi masyarakat yang meningkat pesat dibanding tahun lalu.
Tren kenaikan ini terlihat dari catatan periode 13 hingga 15 Maret 2026, di mana total penumpang mencapai 519.719 orang, atau tumbuh sebesar 16,6% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dominasi Arus Domestik
Penerbangan domestik menjadi motor utama pertumbuhan trafik tahun ini. Dari total pergerakan yang ada, sekitar 384 ribu penumpang melakukan perjalanan dalam negeri, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 20,3%. Sementara itu, rute internasional mencatat angka 134 ribu penumpang dengan kenaikan 7,4%.
“Data operasional menunjukkan terdapat 735 extra flight yang diajukan, terdiri dari 634 penerbangan domestik dan 101 penerbangan internasional,” ungkap Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/3/2026).
Kesiapan Infrastruktur dan Posko Terpadu
Guna menjamin kelancaran operasional selama periode Angkutan Lebaran, manajemen bandara telah mengaktifkan Posko Terpadu yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini menjadi pusat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan TNI/Polri, otoritas bandara, maskapai, hingga penyedia jasa ground handling.
Dari sisi teknis, Bandara Soekarno-Hatta menyiagakan aset infrastruktur kritikal meliputi:
-
Fasilitas Udara: Pengoperasian penuh 3 runway, 175 parking stand pesawat, dan 115 unit garbarata (aviobridge).
-
Fasilitas Penumpang: Optimalisasi layanan Skytrain, shuttle bus antar-terminal, serta ketersediaan troli bagasi dan kabin secara maksimal.
-
Keandalan Energi: Pelaksanaan uji fungsi genset secara berkala guna mengantisipasi kegagalan pasokan listrik selama masa puncak.
Peningkatan Protokol Keamanan
Selain kesiapan fasilitas, aspek keamanan turut diperketat melalui mekanisme pemeriksaan kendaraan secara acak (random check) di area terminal. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa di tengah padatnya arus mudik.
Manajemen memprediksi angka pergerakan akan terus merangkak naik dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya hari raya. Penambahan kapasitas kursi melalui extra flight diharapkan mampu menekan potensi penumpukan penumpang dan menjaga ritme keberangkatan tetap tepat waktu.




































