Malam Takbiran di Bundaran HI: Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sudirman-Thamrin

Depok (20/03/2026) – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas skala besar di jantung ibu kota malam ini, Jumat (20/3/2026). Langkah ini diambil guna mendukung perhelatan budaya religi “Jakarta Bedug Kolosal” dan Pawai Obor Elektrik yang dijadwalkan mulai memadati kawasan Bundaran HI pukul 20.00 WIB.

Plh Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa sterilisasi jalan akan dilakukan secara situasional, mencakup poros utama dari Monas hingga kawasan Sudirman.

Pemetaan Titik Penutupan Jalan

Akses kendaraan akan dibatasi secara ketat di sejumlah ruas protokol yang menjadi lintasan pawai maupun pusat acara, antara lain:

  • Koridor Utama: Jl. MH Thamrin (Patung Kuda – Bundaran HI) dan Jl. Jenderal Sudirman (Simpang Karet – Bundaran HI).

  • Ruas Penghubung: Jl. Kebon Sirih, Jl. KH Wahid Hasyim, Jl. Sunda, dan Jl. Imam Bonjol.

Panduan Rute Alternatif bagi Pengendara

Untuk menghindari kemacetan total di pusat kota, Dishub telah memetakan skema pengalihan arus sebagai berikut:

  1. Arus Utara ke Selatan (Harmoni menuju Semanggi): Pengendara diarahkan melalui Jl. Hayam Wuruk → Jl. Ir H Juanda → Jl. Suryopranoto → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Prof. DR. Satrio.

  2. Arus Selatan ke Utara (Semanggi menuju Harmoni): Dialihkan melewati Jl. Karet → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Cideng Barat → Jl. Gajah Mada.

  3. Arus Barat ke Timur (Tanah Abang menuju Gondangdia/Tugu Tani): Disediakan jalur alternatif melalui kawasan pemukiman dan arteri pendukung untuk menghindari kepadatan di persimpangan utama Sudirman-Thamrin.

Logistik dan Transportasi Publik

Bagi masyarakat yang tetap ingin menyaksikan kemeriahan malam kemenangan di Bundaran HI, Dishub sangat menyarankan penggunaan transportasi massal (MRT, LRT, atau TransJakarta) guna menekan volume kendaraan pribadi.

Jika terpaksa membawa kendaraan, telah disiapkan 21 titik kantong parkir dengan kapasitas total:

  • Motor: 8.186 ruang.

  • Mobil: 12.295 ruang.

  • Bus: 98 ruang.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk menghindari ruas-ruas tersebut dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama,” tutup Ujang Harmawan. Operasional TransJakarta juga akan mengalami penyesuaian rute (divert) secara dinamis mengikuti kondisi kepadatan massa di jalur utama.

Komentar

komentar

BAGIKAN