Depok (20/03/2026) – Peta politik Kota Depok memasuki babak baru yang menyejukkan tepat pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Wali Kota Depok, Supian Suri, melakukan langkah diplomatik penting dengan mengunjungi kediaman pendahulunya, Mohammad Idris, usai pelaksanaan Salat Id di Balai Kota Depok.
Pertemuan ini menjadi sorotan publik mengingat keduanya sempat berada di kutub politik yang berseberangan pada medio Pilkada 2024 lalu. Langkah ini pun dinilai sebagai upaya konkret dalam merajut kembali komunikasi politik yang sempat membeku.
Diplomasi Syawal: Peran Strategis Pradi Supriatna
Sekretaris DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah, mengonfirmasi pertemuan hangat tersebut pada Sabtu (28/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa silaturahmi ini difasilitasi oleh Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna.
“Alhamdulillah, saya bangga dengan kepemimpinan Pak Supian Suri. Dengan ikhlas beliau mau bersilaturahmi ke Pak Mohammad Idris. Terima kasih Pak Wali, dan terima kasih juga Bang Pradi yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut,” ujar Hamzah.
Kehadiran Pradi sebagai fasilitator dianggap krusial, mengingat ia merupakan tokoh sentral yang mampu menjembatani perbedaan pandangan antara kedua pemimpin tersebut.
Menepis Residu Pilkada 2024
Sebagai catatan, hubungan Supian Suri dan Mohammad Idris sempat mengalami ketegangan akibat perbedaan dukungan pada Pilkada Depok 2024. Idris, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar PKS, memberikan mandatnya kepada rival Supian Suri. Di sisi lain, Supian Suri maju dengan dukungan koalisi besar yang dimotori oleh Gerindra, PDIP, PKB, Demokrat, PAN, PPP, PSI, dan NasDem.
Pertemuan di momen Lebaran ini dianggap sebagai simbol “politik adem” yang mampu melampaui ego sektoral demi kepentingan pembangunan kota. “Pertemuan ini bukan hanya soal tatap muka, tapi simbol memperkuat kebersamaan di Depok,” tambah Hamzah.
Dampak pada Stabilitas Pemerintahan
Langkah inklusif yang ditunjukkan Supian Suri mendapat apresiasi luas karena menunjukkan etika kepemimpinan yang menghormati pendahulu. Analis menilai, harmonisasi antara wali kota aktif dengan tokoh senior seperti Mohammad Idris akan berdampak positif pada stabilitas pemerintahan dan menepis isu ketegangan yang sempat muncul pasca-pelantikan.
Dengan terciptanya soliditas lintas generasi kepemimpinan ini, publik berharap akselerasi program pembangunan di Kota Depok dapat berjalan tanpa hambatan komunikasi politik, sekaligus menciptakan iklim demokrasi yang lebih dewasa di mata warga.







































