Depok — Mesin penyaring sampah limbah di Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu Kota Depok kini resmi beroperasi. Alat tersebut berfungsi menyaring sampah yang terbawa dari septic tank saat proses pengolahan limbah tinja.
Kepala IPLT Depok, Andri Kabisat, mengatakan keberadaan mesin penyaring sangat penting untuk mencegah sampah yang lolos dan berpotensi merusak mesin pengolahan limbah.
“Jika sampah lolos, bisa menyangkut di mesin pengolahan dan menyebabkan biaya operasional menjadi lebih tinggi,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, sampah yang kerap terbawa bersama limbah tinja cukup beragam, mulai dari plastik, tisu, pembalut, hingga alat kontrasepsi yang dibuang ke dalam saluran toilet.
Anggaran Pengadaan Rp2 Miliar
Andri menjelaskan, mesin penyaring sampah tersebut merupakan pengadaan dari Pemerintah Kota Depok pada Tahun Anggaran 2025 melalui proses lelang dengan pagu anggaran sekitar Rp2 miliar.
Saat ini mesin tersebut telah digunakan untuk membantu proses pengolahan limbah tinja di IPLT Depok. Sampah yang berhasil disaring kemudian dipisahkan sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir.
Ia berharap keberadaan mesin ini dapat membuat proses pengolahan limbah menjadi lebih optimal sekaligus meminimalkan potensi kerusakan pada peralatan pengolahan.
“Dengan adanya mesin ini, proses pengolahan limbah diharapkan menjadi lebih optimal serta mengurangi risiko kerusakan alat,” pungkasnya.








































