Modernisasi Balai Benih Tapos: Komisi IV DPR Proyeksikan Riset Varietas Adaptif Iklim dan Ekspor

Depok (31/03/2026) – Di tengah tantangan anomali cuaca yang kian ekstrem, Komisi IV DPR RI mendorong transformasi besar-besaran pada infrastruktur riset perbenihan nasional. Hal ini mengemuka saat delegasi parlemen melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMB-TPH) di Jalan Raya Tapos, Kota Depok, Selasa (31/03/2026).

Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, ini bertujuan memastikan kesiapan Balai Besar dalam memproduksi benih unggul yang mampu menjaga resiliensi pangan Indonesia.

Teknologi Belum Memadai untuk Tantangan Global

Meski mengapresiasi kinerja operasional BBPPMB-TPH, Ahmad Yohan memberikan catatan kritis terkait ketersediaan fasilitas teknologi yang dinilai belum cukup kuat untuk bersaing di level internasional. Menurutnya, kapasitas balai harus ditingkatkan agar tidak sekadar menjadi tempat pengujian rutin, tetapi menjadi pusat inovasi benih.

“Secara umum operasional balai sudah berjalan baik, namun fasilitas penunjang teknologinya belum memadai untuk menjawab tantangan masa depan. Kita harus meningkatkan kapasitas teknologi agar balai ini benar-benar mampu menyuplai kebutuhan benih berkualitas bagi masyarakat,” tegas Ahmad Yohan kepada berita.depok.go.id.

Fokus pada Benih Tahan Perubahan Iklim (Climate-Resilient)

Poin utama dalam penguatan balai ini adalah penciptaan varietas benih yang memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan iklim. Komisi IV menekankan bahwa ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada benih yang adaptif terhadap fluktuasi cuaca ekstrem namun tetap memiliki produktivitas tinggi.

“Target kita adalah benih yang berkualitas, tahan terhadap iklim yang berubah, dan memiliki daya saing tinggi agar bisa menembus pasar ekspor. Ini adalah kunci daya saing sektor pertanian kita di mata dunia,” imbuhnya.

Komitmen Politik: Membawa Aspirasi ke Meja Anggaran

Hasil tinjauan lapangan di Tapos ini dipastikan akan menjadi materi strategis dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama pemerintah pusat. Ahmad Yohan berkomitmen untuk memperjuangkan penguatan anggaran dan regulasi agar balai benih di bawah naungan Kementerian Pertanian ini memiliki posisi yang lebih “bermartabat” dan tangguh secara kelembagaan.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak kementerian dan asosiasi perbenihan. Di rapat-rapat Komisi IV mendatang, kami akan mengupayakan agar balai ini jauh lebih hebat. Tujuannya satu: tidak boleh ada lagi keluhan dari petani soal ketersediaan dan kualitas benih di republik ini,” pungkasnya.

Langkah penguatan BBPPMB-TPH ini diharapkan menjadi tonggak awal kemandirian benih nasional, sekaligus menghapus ketergantungan pada produk impor melalui inovasi varietas lokal yang lebih unggul.

Komentar

komentar

BAGIKAN