Depok (28/03/2026) – Tekanan harga komoditas pangan di pasar-pasar tradisional Kota Depok mulai menunjukkan tren penurunan memasuki pekan pertama usai perayaan Idulfitri 1447 H. Meski besaran koreksi harga bervariasi di setiap titik pasar, secara umum kurva harga bahan pokok (bapok) yang sempat memuncak saat Ramadan kini mulai bergerak melandai.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok mencatat fenomena ini sebagai fase normalisasi pasokan dan permintaan pasca-hari besar keagamaan.
Rincian Koreksi Harga: Cabai dan Protein Hewani Turun Signifikan
Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, menjelaskan bahwa penurunan paling terasa terjadi pada komoditas hortikultura dan daging unggas. Berikut adalah perbandingan harga di lapangan:
| Komoditas | Harga Saat Lebaran (per kg) | Harga Terkini (per kg) |
| Cabai Rawit Merah | Rp80.000 – Rp90.000 | Rp50.000 – Rp70.000 |
| Cabai Merah Keriting | Rp55.000 | Rp25.000 – Rp50.000 |
| Daging Ayam Broiler | Rp55.000 | Rp40.000 – Rp45.000 |
| Telur Ayam Ras | Rp33.000 | Rp28.000 |
Sementara itu, untuk komoditas Daging Sapi terpantau stabil pada angka Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Adapun minyak goreng program pemerintah, Minyakita, tetap konsisten pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Fokus Pengawasan: Komoditas di Atas Harga Acuan
Meski tren menunjukkan penurunan, Widyati menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa komoditas yang harganya masih bertengger di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
“Kami tetap memantau ketat cabai rawit merah, daging ayam, bawang merah, dan telur ayam. Di beberapa pasar, komoditas ini masih berada di atas batas acuan,” ungkap Widyati di Depok, Jumat (27/03/2026).
Respon Konsumen: Harapan Kembali ke Harga Pra-Ramadan
Penurunan harga ini disambut positif oleh warga. Anisa, salah satu ibu rumah tangga di Depok, menyatakan rasa syukurnya meskipun berharap harga dapat kembali pulih sepenuhnya ke level sebelum bulan puasa.
“Ya senang kalau harga sembako turun, mudah-mudahan terus turun seperti harga sebelum bulan puasa,” harapnya saat ditemui di salah satu pasar tradisional.
Disdagin memproyeksikan stabilitas harga akan semakin kuat dalam beberapa pekan ke depan seiring dengan kembalinya jalur distribusi logistik ke kondisi normal setelah masa libur panjang selesai.








































