Depok (03/04/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi menginisiasi transformasi radikal pada konsep Balai Latihan Kerja (BLK) miliknya. Bukan lagi sekadar tempat pelatihan mekanik atau pertukangan tradisional, BLK Depok masa depan dirancang sebagai simpul inovasi (hub) yang berfokus penuh pada industri kreatif dan digital.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana, mengungkapkan bahwa fasilitas ini akan menjadi jawaban atas pergeseran struktur ekonomi kota yang kini didominasi oleh sektor modern.
Strategi Lokasi dan Target Konstruksi
Pemkot telah membidik lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan Kampung Kekupu, tepat di belakang Depok Maharaja, sebagai lokasi markas talenta kreatif ini.
“Tahun ini kami memulai penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Anggaran total baru akan terlihat setelah DED rampung,” jelas Dadang, Jumat (03/04/26). Proyek fisik ditargetkan mulai bersalin rupa pada 2027 dengan tenggat penyelesaian paling lambat tahun 2028.
Konsep Hub: Tanpa Asrama, Fokus pada Konektivitas
Membedah anatominya, BLK Depok akan memutus pakem lama. Fasilitas ini tidak akan menyediakan asrama inap seperti BLK pada umumnya, melainkan berfungsi sebagai “Digital Hub” yang dinamis.
Beberapa poin kunci dari konsep baru ini meliputi:
-
Embrionik di Balai Kota: Sebelum bangunan permanen berdiri, aktivitas pelatihan telah diaktivasi di Lantai 7 Gedung Parkir Balai Kota Depok.
-
Akses Global (DMGG): Menjadi pusat inkubasi bagi tenaga kerja yang membidik pasar internasional melalui program Depok Maju Go Global (DMGG).
-
Sinergi Lintas Sektoral: Berkolaborasi erat dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta jaringan BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Mempertajam Taji Ekonomi Kreatif Lokal
Pilihan fokus pada industri kreatif didasarkan pada data tren konsumsi dan potensi talenta lokal di Depok. Sektor-sektor yang akan menjadi kurikulum utama di BLK ini meliputi:
-
Media Art: Aplikasi, gim, dan robotik.
-
Fashion & Kriya (Craft).
-
Kuliner: Sebagai sektor paling dominan seiring melonjaknya tren gaya hidup makan dan minum di kota penyangga Jakarta ini.
“Di Depok nanti arahnya lebih banyak ke industri kreatif. Kami ingin mencetak talenta yang tidak hanya adaptif terhadap zaman, tapi juga memiliki daya saing di level global,” tambah Dadang.
Visi Transformasi
Dengan meninggalkan model BLK “asrama” dan beralih ke model “simpul kreatif”, Depok berupaya menciptakan ekosistem di mana para pencari kerja tidak hanya dilatih keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan manajerial dan inovasi digital.
BLK Depok 2.0 ini diharapkan menjadi katalisator yang mampu mengubah potensi bonus demografi menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif yang mandiri dan kompetitif di kancah internasional.




































