RSIA Indonesia di Gaza Siap Groundbreaking Menunggu Akses Perbatasan

Depok (01/12/2025) – Proyek pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Jalur Gaza, yang diinisiasi oleh Aqsa Working Group (AWG) dan Maemuna Center Indonesia, kini memasuki tahap kesiapan penuh pra-konstruksi. Pengerjaan fisik RSIA direncanakan akan dimulai segera setelah akses perbatasan untuk bantuan internasional dibuka kembali.

Progres Pra-Konstruksi dan Koordinasi Lapangan

 

Nur Hadis, Ketua Penyelenggara Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025 dari AWG, mengumumkan bahwa tim pendahulu telah menyelesaikan survei logistik krusial di wilayah Mesir dan Yordania.

  • Survei Logistik: Tim telah melakukan penjajakan dan survei mendalam terhadap pemasok material bangunan dan alat kesehatan.

  • Waktu Pelaksanaan: Perjalanan survei ini dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2025, sebagaimana dikonfirmasi oleh Onny Firyanti Hamidy, Ketua Maemuna Center Indonesia.

  • Kesiapan: Tim ahli di lapangan terus menjaga koordinasi rutin dengan para pemasok untuk memastikan pelaksanaan pembangunan dapat segera dimulai begitu akses Gaza terbuka.

Meskipun telah berulang kali mencoba masuk ke Gaza melalui Mesir dan Yordania, upaya tim di lapangan belum berhasil karena ketatnya pembatasan akses.

Dukungan Otoritas dan Detail Fasilitas

 

Proyek ini telah mendapatkan dukungan resmi dari otoritas Palestina:

  • Lahan: Otoritas Palestina menghibahkan lahan seluas 6.000 meter persegi di Gaza Utara pada awal tahun 2025.

  • Izin Konstruksi: Kementerian Kesehatan Palestina telah memberikan izin resmi agar konstruksi RSIA dapat dimulai secepatnya setelah akses perbatasan dibuka.

RSIA Indonesia direncanakan menjadi fasilitas medis yang komprehensif, dengan total kapasitas 100 tempat tidur dan dilengkapi layanan vital, termasuk:

  • Gawat Darurat dan ICU.

  • Fasilitas persalinan dan bedah.

  • Rawat jalan dan laboratorium.

Total biaya pembangunan RSIA diperkirakan mencapai Rp402 miliar, dan pengerjaan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan situasi keamanan dan akses masuk ke wilayah Gaza.

Komentar

komentar

BAGIKAN