Sinergi Mitigasi Risiko: Indonesia Re Perkuat Ekosistem Keselamatan Mudik Bersama BUMN 2026

Depok (18/03/2026) – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menegaskan komitmennya dalam penguatan sistem perlindungan publik dengan mendukung penuh program “Mudik Aman Berbagi Harapan” bersama BUMN 2026. Melalui pendekatan mitigasi risiko yang terukur, perusahaan reasuransi nasional ini memastikan mobilisasi massa dalam skala besar dapat berlangsung dengan standar keamanan yang tinggi.

Langkah ini sejalan dengan visi strategis pemerintah untuk mengintegrasikan performa bisnis BUMN dengan kemanfaatan sosial yang nyata bagi masyarakat luas.

Mitigasi Berbasis Teknologi: Fitur Live Location

Dalam partisipasinya tahun ini, Indonesia Re secara khusus mengawal pemberangkatan pemudik untuk rute Jakarta-Wonogiri. Berbeda dengan sekadar penyediaan armada, perusahaan menerapkan standar keselamatan digital dengan menyediakan fitur live location.

“Melalui peran reasuransi, kami memastikan adanya sistem mitigasi risiko yang kuat. Penggunaan fitur pemantauan posisi terkini dilakukan untuk memastikan setiap pemudik tiba di titik tujuan dengan selamat dan terlindungi,” jelas TJSL & ESG Division Head Indonesia Re, Mardian Adhitya, Rabu (18/3/2026).

Mobilisasi Masif dan Digitalisasi Data

Secara agregat, program Mudik Gratis BUMN 2026 berhasil memobilisasi 116.688 peserta menuju lebih dari 200 kota di seluruh Nusantara. Distribusi moda transportasi meliputi:

  • Darat (Bus): 64.000 pemudik dengan dukungan 1.400 unit armada.

  • Rel (Kereta Api): 33.000 pemudik melalui 99 rangkaian kereta.

  • Laut (Kapal): 5.000 pemudik dengan pengoperasian 42 unit kapal laut.

Guna menjaga akurasi data dan efisiensi anggaran, sistem pendaftaran tahun ini telah terintegrasi lintas kementerian dengan penggunaan NIK sebagai identitas tunggal. Langkah ini efektif mencegah adanya pendaftaran ganda dan memastikan subsidi transportasi jatuh ke tangan yang tepat.

Implementasi Arahan Strategis BPI Danantara

Managing Director Stakeholder Management BPI Danantara, Rohan Hafas, menyatakan bahwa program ini merupakan pengejawantahan arahan Presiden Prabowo Subianto. BUMN didorong untuk melampaui target profitabilitas dan fokus pada tanggung jawab sosial (CSR) yang berdampak langsung pada kesejahteraan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja sekaligus Ketua Panitia, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari ekosistem perlindungan yang komprehensif. Sinergi antara penyedia transportasi, pengelola data, dan perusahaan reasuransi seperti Indonesia Re menciptakan standar baru dalam pelayanan publik yang aman dan tertib.

Indonesia Re menilai bahwa keberhasilan kolaborasi lintas sektoral ini menjadi preseden penting dalam membangun ketahanan nasional, baik dari sisi sosial maupun penguatan ekonomi melalui perputaran arus mudik yang aman.

Komentar

komentar

BAGIKAN