Sinyal Rivalitas di Margonda: Babai Suhaemi Muncul Jadi Penantang Petahana dalam Bursa Ketua PKB Depok

Depok (06/04/2026) – Peta politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok mendadak dinamis menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab). Nama politisi senior Babai Suhaemi resmi mencuat sebagai penantang baru yang akan menguji dominasi petahana, M. Faizin, dalam perebutan kursi Ketua DPC PKB Depok periode mendatang.

Munculnya nama Babai di detik-detik terakhir merupakan usulan dari akar rumput melalui jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC). Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Depok, Siswanto, yang memandang fenomena ini sebagai bentuk iklim demokrasi yang sehat di tubuh partai berlambang bola dunia tersebut.

Lima Nama Menuju Meja Uji DPP

Bursa kepemimpinan PKB Depok kini mengerucut pada lima kader terbaik yang telah diusulkan untuk mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kelima kandidat tersebut adalah:

  1. M. Faizin (Petahana)

  2. Babai Suhaemi (Anggota DPRD Depok/Senior)

  3. Siswanto (Ketua Fraksi PKB DPRD Depok)

  4. Iwan Setiawan

  5. Abdul Khoir

“Seluruh mekanisme penentuan ketua akan diputuskan oleh DPP melalui tahapan UKK yang berlapis dan ketat,” ujar M. Faizin, Minggu (05/04/26).

Aklamasi LPJ dan Modal Politik 2029

Meski muncul riak kompetisi, Faizin menegaskan bahwa soliditas internal partai tetap berada pada level tertinggi. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode ini secara aklamasi oleh seluruh PAC se-Kota Depok dalam forum Muscab yang digelar di kawasan Margonda.

Rekam Jejak & Target PKB Depok:

  • Prestasi Pemilu Terakhir: Berhasil menaikkan raihan kursi di DPRD Kota Depok dari 3 kursi menjadi 5 kursi.

  • Target Politik 2029: PKB Depok mematok target ambisius sebesar 10 kursi pada Pemilu Legislatif mendatang.

  • Strategi: Penguatan struktur organisasi, intensifikasi kaderisasi, serta perumusan strategi politik yang lebih presisi dan terukur.

Status Kepengurusan: Transisi Tanpa Demisioner

Guna menjaga stabilitas roda organisasi selama proses seleksi berlangsung, Faizin menegaskan bahwa tidak ada kekosongan kekuasaan. Kepengurusan saat ini akan tetap memegang kendali penuh hingga Surat Keputusan (SK) resmi untuk struktur baru diterbitkan oleh DPP PKB.

“Tidak ada istilah demisioner. Kami tetap menjalankan tugas dan kewajiban organisasi sampai keputusan final dari pusat keluar,” tegasnya.

Muscab PKB Depok kali ini menjadi momentum krusial. Di satu sisi, partai harus menjaga momentum keberhasilan kenaikan kursi, namun di sisi lain, masuknya figur kuat seperti Babai Suhaemi dalam bursa calon ketua menandakan adanya keinginan regenerasi atau penyegaran strategi demi mengejar target dua kali lipat kursi pada 2029. Kini, bola panas kepemimpinan berada di tangan DPP PKB untuk menentukan siapa nakhoda yang paling tepat bagi “Kapal Hijau” di Kota Depok.

Komentar

komentar

BAGIKAN