Depok (17/03/2026) – Prestasi membanggakan di bidang keamanan siber (cybersecurity) kembali diukir oleh pelajar asal Kota Depok. Dua siswa SMKS Taruna Bhakti, Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda Shifa Dewi, berhasil berkontribusi dalam penguatan sistem digital Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui program Bug Bounty.
Kedua siswa kelas 11 jurusan Teknik Jaringan Komputer (TJK) ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Depok yang berhasil mendapatkan pengakuan resmi dari NASA atas temuan kerentanan pada aset digital lembaga antariksa tersebut.
Metodologi Pengujian dan Temuan Teknis
Dalam prosesnya, tim yang menamakan diri sebagai tim Cyber Security ini melakukan analisis sistematis menggunakan metodologi penetration testing. Balqis menjelaskan bahwa mereka menyisir situs-situs web resmi NASA untuk mencari aset digital seperti dokumen PDF dan Excel.
“Kami menemukan kerentanan yang disebut Broken Link Hijacking. Di dalam aset PDF tersebut, terdapat tautan (link) yang sudah mati atau tidak aktif lagi namun masih tercantum. Celah ini berpotensi disalahgunakan jika tidak segera ditangani,” ungkap Balqis.
Tahapan pengujian yang mereka lakukan meliputi:
-
Reconnaissance: Pengumpulan informasi awal dan pemetaan struktur aplikasi.
-
Mapping Endpoint: Mengidentifikasi titik-titik akses dalam layanan digital NASA.
-
Input Validation Testing: Menguji potensi kerentanan pada sistem validasi input.
Proses Responsible Disclosure
Setelah mengidentifikasi indikasi kerentanan, Rakha dan Balqis tidak lantas menyebarkannya. Sesuai dengan etika keamanan siber, mereka menyusun laporan teknis berstandar responsible disclosure. Laporan tersebut mencakup langkah-langkah reproduksi masalah, bukti konsep (proof of concept), hingga rekomendasi mitigasi keamanan bagi tim teknis NASA.
Laporan tersebut kemudian diverifikasi oleh tim keamanan NASA dan dinyatakan sebagai temuan yang valid. Sebagai tindak lanjut, NASA segera melakukan perbaikan pada sistem tersebut guna mencegah potensi eksploitasi oleh pihak luar.
Membawa Nama Baik Depok di Kancah Global
Keberhasilan ini disambut haru dan bangga oleh pihak sekolah serta komunitas pendidikan di Depok. Rakha mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam program organisasi sebesar NASA. “Pastinya sangat bangga dan senang bisa membawa nama baik sekolah kami, SMK Taruna Bhakti,” ujarnya.
Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bidang teknologi informasi, mampu bersaing di level internasional. Keberhasilan Rakha dan Balqis menjadi bukti nyata bahwa riset mandiri dan penerapan etika profesional dalam praktik hacking dapat menghasilkan kontribusi positif bagi keamanan siber global.






































