Depok (18/03/2026) – Mengantisipasi risiko kecelakaan akibat penyalahgunaan zat adiktif, Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan mengambil langkah progresif dengan menyiagakan pos pemeriksaan narkoba khusus bagi sopir dan awak bus di Terminal Lebak Bulus. Langkah ini menjadi garda terdepan dalam memastikan “zero accident” selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Inisiatif ini tercatat sebagai satu-satunya layanan skrining narkotika yang dioperasikan oleh PMI di wilayah DKI Jakarta untuk musim mudik tahun ini.
Metode Skrining Ketat: Deteksi Hingga Tembakau Gorila
Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini tidak dilakukan secara kasatmata, melainkan menggunakan metode ilmiah dengan tujuh parameter deteksi. Fokus pengujian meliputi zat-zat berbahaya yang sering memengaruhi kesadaran dan stabilitas mengemudi, di antaranya:
-
Stimulan & Halusinogen: Amphetamine (AMP), Metamfetamin/Sabu (MET), dan Cocaine (COC).
-
Narkotika Alami & Sintetis: Marijuana/Ganja (THC), Morphine/Opiat (MOP), serta Benzodiazepin (BZO).
-
Zat Adiktif Baru: Carisoprodol/Soma atau yang dikenal sebagai K2/Tembakau Gorila.
Layanan ini beroperasi setiap hari mulai 16 hingga 20 Maret 2026, pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, guna menjaring awak bus sebelum keberangkatan jadwal sore dan malam.
Mobilisasi Personel dan Unit Medis
Untuk mendukung operasional teknis, PMI mengerahkan 15 personel yang bekerja secara bergantian (shifting). Tak hanya alat tes urine, satu unit ambulans beserta tim medis juga disiagakan di lokasi untuk menangani kondisi darurat kesehatan pemudik maupun kru bus.
“Tujuan utama kami adalah memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima. Keselamatan penumpang adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” tegas Mundari, Rabu (18/3/2026).
Apresiasi Otoritas Terminal dan Tren Penumpang
Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi, menyambut positif langkah intervensi kesehatan ini. Menurutnya, pengawasan ketat terhadap awak bus sangat krusial mengingat adanya tren peningkatan jumlah penumpang tahun ini.
Data Terminal Lebak Bulus mencatat sejak 12 hingga 16 Maret 2026, sebanyak 700 pemudik telah diberangkatkan. Kota Cirebon menjadi destinasi paling favorit, disusul oleh berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Langkah ini sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya,” ujar Joni.
Ekspansi Layanan ke Kawasan Wisata
Pasca-arus mudik, PMI Jakarta Selatan telah menyiapkan fase kedua pelayanan kemanusiaan. Sebanyak 97 personel akan disebar ke kawasan rekreasi, salah satunya Setu Babakan, mulai 22 hingga 29 Maret 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung lokal yang menghabiskan waktu libur Lebaran di dalam kota.




































