Strategi Daop 2 Bandung Hadapi Lonjakan Nataru: KAI Tambah Empat Perjalanan KA Jarak Jauh

5

Depok (27/11/2025) – Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung telah merumuskan strategi operasional untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang. Strategi utama adalah penambahan kapasitas tempat duduk dan perjalanan kereta api jarak jauh.

Masa angkutan Nataru ini akan berlangsung selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Peningkatan Kapasitas dan Rute Tambahan

 

Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengumumkan total kapasitas yang disiapkan dan rincian kereta tambahan:

  • Total Perjalanan: 29 perjalanan KA jarak jauh.

  • Total Kapasitas Kursi: 284.436 tempat duduk tersedia selama periode Nataru.

  • Kursi Tambahan: Empat perjalanan KA tambahan menyumbang 44.280 tempat duduk.

No. Nama KA Tambahan Relasi
1. KA Lodaya Tambahan Bandung – Solo Balapan
2. KA Lodaya Tambahan Bandung – Solo Balapan
3. KA Tambahan Kiaracondong – Surabaya Gubeng
4. KA Kutojaya Selatan Tambahan Kiaracondong – Kutoarjo

Penambahan perjalanan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, seiring lonjakan signifikan yang biasa terjadi pada momen libur akhir tahun.

Proyeksi Permintaan dan Imbauan Keamanan Tiket

 

Tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi KA yang dikenal efisien dan tepat waktu telah terlihat dari data penjualan awal. Hingga 26 November 2025, Daop 2 telah mencatat sebanyak 50.517 pelanggan telah membeli tiket dengan keberangkatan awal dari wilayah Bandung. Angka ini diproyeksikan terus meningkat.

Mengingat tingginya permintaan, Kuswardojo mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dan membeli tiket sedini mungkin melalui kanal resmi KAI:

“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan agar merencanakan perjalanan sejak dini dan membeli tiket hanya melalui aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, atau mitra penjualan resmi lainnya. Hindari membeli tiket dari pihak yang tidak resmi untuk menghindari penipuan,” tegas Kuswardojo.

Komentar

komentar

BAGIKAN