Teheran Tawarkan Skema ‘Petroyuan’ demi Akses Terbatas di Selat Hormuz

Depok (15/03/2026) – Di tengah ketegangan geopolitik yang melumpuhkan jalur perdagangan energi di kawasan Teluk, Iran dilaporkan tengah menyiapkan skema baru bagi lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Teheran dikabarkan akan mengizinkan kapal tanker minyak melintasi jalur strategis tersebut secara terbatas, dengan syarat transaksi komoditas di dalamnya menggunakan mata uang Yuan China.

Laporan yang dirilis CNN dengan mengutip sumber internal pejabat Iran ini menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar Teheran dalam mengelola navigasi pasca-eskalasi konflik dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel. Meski demikian, pihak Al Jazeera menyatakan belum dapat memverifikasi klaim ini secara independen.

Pukulan bagi Hegemoni Dolar AS

Langkah Iran ini dipandang sebagai upaya mempercepat de-dolarisasi global. Selama ini, mayoritas perdagangan minyak dunia bergantung pada Dolar AS. Namun, sanksi Barat terhadap Rusia telah memicu tren penggunaan Rubel dan Yuan dalam transaksi energi, sebuah pola yang kini coba diadopsi oleh Iran untuk memulihkan arus perdagangan mereka.

Harga Minyak Global Bergejolak

Penutupan efektif Selat Hormuz oleh militer Iran telah memicu volatilitas ekstrem pada pasar energi dunia. Sebagai jalur keluar-masuk utama minyak dari negara-negara Teluk, gangguan di selat ini berdampak langsung pada pasokan global.

Dinamika harga minyak dalam sepekan terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan:

  • Puncak Harga: Pada Senin (9/3), minyak acuan Brent sempat meroket ke angka US$119,50 per barel, rekor tertinggi sejak pertengahan 2022.

  • Sentimen Pasar: Harga sempat mendingin setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik dengan Iran bisa segera berakhir.

  • Lonjakan Terbaru: Pada perdagangan pagi ini, harga Brent kembali melambung 9,28% ke level US$100,52 per barel menyusul laporan peningkatan serangan Iran terhadap fasilitas infrastruktur minyak di Timur Tengah.

Signifikansi Selat Hormuz

Bagi pasar global, syarat penggunaan Yuan bukan sekadar masalah teknis pembayaran, melainkan pergeseran kekuatan politik. Jika skema ini berjalan, Iran tidak hanya mengamankan jalur logistiknya, tetapi juga memperkuat aliansi ekonomi dengan Beijing sekaligus meminggirkan peran sistem keuangan Washington di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, para pelaku pasar masih bersikap waspada sambil menanti kepastian mengenai implementasi teknis dari izin melintas terbatas tersebut di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Komentar

komentar

BAGIKAN