Depok (17/03/2026) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia secara resmi memulai gelombang keberangkatan program Mudik Gratis 2026 dari Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Selasa (17/03/2026). Sebanyak 76 armada bus dikerahkan untuk mengakomodasi sekitar 3.000 penumpang guna mengalihkan beban volume kendaraan pribadi ke angkutan massal yang lebih aman.
Pelepasan ribuan pemudik ini dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Djarot Tri Wardhono, sebagai bagian dari strategi nasional penurunan angka kecelakaan di jalan raya.
Mitigasi Risiko: Prioritas Keselamatan di Atas Roda
Djarot menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan biaya transportasi, melainkan instrumen penting untuk mengurangi penggunaan sepeda motor pada perjalanan jarak jauh. Penggunaan kendaraan roda dua untuk mudik dinilai memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi dibandingkan moda transportasi bus.
“Tujuan utama kami adalah memfasilitasi masyarakat agar bisa pulang kampung dengan biaya terjangkau sekaligus menekan penggunaan sepeda motor yang risikonya cukup tinggi,” ujar Djarot di sela prosesi pelepasan.
Distribusi Rute: Jangkauan Luas Jawa dan Sumatera
Operasional 76 bus dari Terminal Jatijajar ini mencakup rute-rute strategis di dua pulau besar Indonesia:
-
Lintas Sumatera: Melayani rute menuju Lampung, Bengkulu, Palembang, hingga Padang.
-
Lintas Jawa: Menjangkau pusat-pusat kepadatan seperti Purwokerto, Sragen, Jepara, hingga Surabaya.
Kemenhub memastikan seluruh armada telah melalui inspeksi teknis guna menjamin kenyamanan penumpang selama menempuh ribuan kilometer menuju kampung halaman.
Instruksi Ketat bagi Kru Armada
Demi menjamin “Zero Accident”, pihak kementerian memberikan instruksi tegas kepada para kru bus yang bertugas. Djarot mengingatkan bahwa faktor manusia (human error) harus diminimalisir dengan kepatuhan total terhadap regulasi lalu lintas.
“Saya berharap perjalanan ini berlangsung baik. Kepada para kru, wajib mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas dan menjaga kondisi kesehatan demi keselamatan penumpang,” tambahnya.
Melalui koordinasi yang ketat di Terminal Jatijajar, pemerintah berharap tren mudik tahun ini tidak hanya mencatatkan angka partisipasi yang tinggi, tetapi juga mencapai target keselamatan maksimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dalam kondisi sehat dan bahagia.




































