Depok (02/01/2026) – Operasi pencarian selama tiga hari terhadap atlet terjun payung Widiasih (58) akhirnya berakhir. Jenazah atlet asal Kabupaten Bandung tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) pagi, jauh dari lokasi insiden jatuhnya di perairan Bojongsalawe.
Penemuan jenazah dilakukan oleh seorang nelayan Cilacap di sekitar area keramba milik Susi Pudjiastuti. Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, mengonfirmasi jarak penemuan yang mencerminkan kuatnya arus perairan Laut Selatan.
“Mayat ditemukan sekitar 10 hingga 15 kilometer dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP) pertama korban jatuh,” ujar AKBP Andri di RSUD Pandega Pangandaran.
Kronologi Insiden dan Korban Lain
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, saat Widiasih dan rekannya, Rusli (64), mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar yang diselenggarakan di Bandara Nusawiru, Cijulang.
-
Korban Pertama (Rusli, 64): Ditemukan meninggal tak lama setelah kejadian.
-
Korban Kedua (Widiasih, 58): Sempat hilang selama tiga hari, diduga kuat terbawa arus bawah laut dan hembusan angin kencang.
Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra, mengapresiasi penemuan ini, mengingat kondisi perairan yang ekstrem. “Prediksi kami sebelumnya memang korban terbawa menjauh karena arus dan angin yang sangat kuat di perairan Pangandaran,” kata Kombes Edward, sembari memastikan kondisi jenazah Widiasih ditemukan masih utuh.
Setelah identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga di RSUD Pandega, Kepolisian menyatakan akan memfasilitasi seluruh proses pemulangan jenazah menuju rumah duka di Kabupaten Bandung. Dengan ditemukannya Widiasih, operasi pencarian yang melibatkan tim gabungan resmi dinyatakan dihentikan.





































