Tragedi Wang Fuk Court Jadi Bencana Terburuk di Dunia Sejak 1980: Sembilan WNI Tewas, Hong Kong Tetapkan Masa Berkabung

Depok (01/12/2025) – Angka korban jiwa dalam kebakaran masif yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, terus meningkat, menjadikannya salah satu bencana kebakaran hunian paling mematikan secara global sejak tahun 1980. Per 1 Desember 2025, jumlah korban tewas keseluruhan telah mencapai 146 orang, dengan ratusan lainnya masih dilaporkan hilang.

I. Metrik Korban WNI dan Status Identifikasi

 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus berkoordinasi dengan Hong Kong Police Force untuk mengidentifikasi WNI yang terdampak. Data terbaru per Minggu (30/11) menunjukkan peningkatan signifikan korban WNI:

  • Korban Tewas Terkonfirmasi: 9 orang (bertambah 2 orang dari data sebelumnya).

  • Korban Luka-Luka: 3 orang (bertambah 1 orang dari data sebelumnya).

Seluruh korban WNI yang meninggal dan terluka adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik. Sebelumnya, 140 PMI dilaporkan bekerja di kompleks delapan gedung tersebut, tujuh di antaranya dilalap api.

II. Respons KJRI dan Mekanisme Repatriasi

 

KJRI Hong Kong telah membentuk Tim Family Engagement khusus untuk menangani jenazah 9 WNI. Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan tugas tim ini adalah memastikan komunikasi transparan dengan keluarga di Indonesia.

Plt PWNI Kemlu, Heni Hamidah, menambahkan bahwa keputusan akhir mengenai pemulangan jenazah ke Indonesia (repatriasi) atau pemakaman di Hong Kong akan didasarkan pada persetujuan keluarga. Proses identifikasi lanjutan mungkin memerlukan sampel DNA dari keluarga di Indonesia.

III. Kesaksian Korban Selamat dan Kepanikan Massal

 

Tragedi ini diwarnai dengan kepanikan luar biasa. Fita (49), seorang ART WNI yang berhasil selamat, menceritakan situasi mencekam di tengah suara sirene dan puing yang berterbangan. Fita harus mendesak majikannya untuk segera evakuasi setelah melihat api menyebar cepat di dua gedung, meskipun majikannya sempat tidak percaya.

“Rasanya menakutkan. Saya hampir menangis karena melihat banyak orang kebingungan,” ungkap Fita.

IV. Penyelidikan dan Reaksi Pemerintah Hong Kong

 

Dengan total korban tewas mencapai 146 dan 79 orang terluka, Hong Kong telah menetapkan masa berkabung selama tiga hari sejak Sabtu (29/11/2025).

Sementara itu, penyelidikan mendalam terus berlanjut. Hingga saat ini, 11 orang telah ditahan terkait insiden kebakaran besar tersebut, mengindikasikan adanya dugaan kelalaian serius.

Komentar

komentar

BAGIKAN