Transformasi SDM Maluku Utara: Austria Tawarkan Model Pendidikan Vokasi Link and Match untuk Kebutuhan Industri Global

Depok (08/01/2026) – Pemerintah Austria mengambil langkah proaktif mempererat kemitraan dengan Indonesia bagian timur. Duta Besar Austria untuk Indonesia, Thomas Loidl, melakukan kunjungan kerja ke Maluku Utara (Malut) untuk menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan vokasi dan sosial budaya.

Kunjungan yang melibatkan pertemuan dengan Sekprov Malut, Samsuddin A. Kadir, dan Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, ini diharapkan menjadi fondasi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.

Model Vokasi Berbasis Pengalaman 200 Tahun

Kepala Perwakilan Indonesia untuk Austria, Alvin Saadi, menjelaskan bahwa model kerja sama yang ditawarkan Austria berfokus pada pelatihan intensif di bidang-bidang teknis seperti pertukangan kayu dan teknik mesin, disesuaikan dengan kebutuhan masa depan industri Malut.

Model pendidikan vokasi Austria—yang dikenal memiliki sejarah lebih dari 200 tahun—mengusung konsep “link and match”. Sekprov Malut, Samsuddin A. Kadir, menyambut baik tawaran ini, melihatnya sebagai momentum penting.

“Austria yang dikenal memiliki sejarah sistem vokasi selama kurang lebih dari $200$ tahun, menawarkan konsep link and match untuk memastikan lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai, cocok dengan kebutuhan industri global,” ujar Samsuddin.

Model ini bertujuan membekali SDM lokal agar mampu mengoperasikan teknologi terkini dan siap menghadapi tantangan industri global, yang secara langsung berdampak pada kenaikan pendapatan pekerja. Sultan Ternate bahkan mencontohkan keberhasilan di kota lain, seperti Medan dan Makassar, di mana tenaga kerja (khususnya pelaut) yang tersertifikasi sistem Austria mengalami kenaikan pendapatan signifikan.

Diplomasi yang Berakar pada Sejarah

Inisiatif kerja sama ini memiliki landasan emosional yang kuat, khususnya bagi Kesultanan Ternate. Sultan Ternate Hidayatullah Sjah menyambut baik kunjungan ini, mengingat hubungan Ternate-Austria telah terjalin sejak tahun 1621, ditandai dengan penetapan seorang warga Austria bernama Cornelis di Ternate yang kemudian menulis buku tentang rempah-rempah.

Sultan Ternate, yang juga anggota DPD RI Dapil Malut, memberikan dukungan penuh, namun menekankan pentingnya kesiapan Pemerintah Provinsi.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan regulasi dan sikap proaktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti tawaran teknis dari pihak Austria,” tegasnya.

Diharapkan, implementasi kerja sama ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara, tetapi juga secara konkret membuka akses lapangan kerja internasional bagi generasi muda di Bumi Moloku Kie Raha.

Komentar

komentar

BAGIKAN