Depok (02/01/2026) – Universitas Gunung Jati (UGJ) secara ambisius mengawali tahun 2026 dengan mengirimkan sembilan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) untuk mendalami ilmu genetika melalui program International Student Mobility. Langkah ini menegaskan komitmen UGJ menuju kampus berorientasi global, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang spesifik yang sangat relevan.
Sembilan mahasiswa terpilih—yang lolos seleksi ketat berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan potensi di bidang genetika—akan mengikuti program pertukaran di dua institusi pendidikan terkemuka dunia: Poitiers University, Prancis, dan Mahidol University, Thailand.
Dekan FK UGJ, Catur Setiya Sulistiyana, menyatakan bahwa fokus utama dari student exchange dan elective program selama sekitar $35$ hari ini adalah pendalaman ilmu genetika dan penguatan wawasan medis berbasis global.
“Mahasiswa yang berangkat adalah mahasiswa pilihan. Harapannya, mereka dapat memperoleh pemahaman genetika yang lebih konkret dan aplikatif untuk dilanjutkan ke tahap penelitian,” ujar Catur, Jumat (2/1/2026).
Penguatan Kemitraan Internasional
Program ini terbagi menjadi dua jalur utama:
-
Prancis: Dua mahasiswa diberangkatkan melalui skema beasiswa Erasmus Plus, melanjutkan kolaborasi berkelanjutan yang telah terjalin dengan Poitiers University sejak 2017.
-
Thailand: Tujuh mahasiswa lainnya akan menjalani program di Mahidol University, mitra strategis FK UGJ selama tiga tahun terakhir di kawasan Asia Tenggara.
Rektor UGJ, Achmad Faqih, memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan kegiatan ini sebagai implementasi nyata visi global kampus. Faqih menegaskan bahwa mulai tahun 2026, seluruh fakultas di UGJ wajib mengimplementasikan program internasional—baik itu melalui magang, pertukaran, maupun kolaborasi publikasi ilmiah.
Menuju Kualitas Sejajar Global
Rektor Faqih menekankan bahwa program ini berfungsi sebagai validasi, membuktikan bahwa kualitas dan kualifikasi mahasiswa UGJ setara dengan rekan-rekan mereka di Eropa dan Asia Tenggara.
UGJ berencana memperluas kolaborasi tidak hanya di Asia, tetapi juga ke Eropa, termasuk penjajakan komunikasi dengan Radboud University di Belanda. Bahkan, FK UGJ tengah merancang pengiriman mahasiswa profesi dokter ke Radboud University sebagai target strategis untuk meningkatkan kompetensi lulusan di masa depan.
Dalam waktu dekat, agenda internasional UGJ juga akan mencakup penerimaan $20$ mahasiswa asal Filipina sebagai bagian dari program pertukaran.
Menutup arahannya, Rektor Achmad Faqih berpesan kepada mahasiswa yang berangkat: “Kalian adalah duta diri sendiri, duta fakultas, duta kampus, sekaligus duta bangsa Indonesia. Jaga nama baik, sikap, perilaku, dan etika agar mampu beradaptasi dengan baik.”





































