Bentengi Generasi dari KLB: Dinkes Depok Luncurkan Operasi “Imunisasi Kejar” Tekan Lonjakan Kasus Campak

Depok (06/04/2026) – Menghadapi tren kenaikan kasus campak sepanjang periode 2025–2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengambil langkah ofensif melalui program imunisasi kejar (catch-up campaign). Inisiatif yang digulirkan secara masif sejak Maret 2026 ini bertujuan menutup celah kekosongan imunitas pada balita yang berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan respons darurat atas menurunnya ambang batas kekebalan kelompok (herd immunity) di beberapa wilayah.

Misi Penyelamatan Balita dari Komplikasi Fatal

Campak dan Rubela bukan sekadar bintik merah biasa; penyakit ini membawa risiko komplikasi serius hingga ancaman kematian jika tidak dimitigasi sejak dini. Strategi utama Dinkes saat ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan ganda.

“Imunisasi campak rubela sangat krusial. Dua dosis lengkap pada usia balita adalah syarat mutlak untuk memberikan proteksi maksimal dari penyakit ini beserta komplikasinya,” tegas Devi Maryori.

Target Sasaran dan Titik Layanan

Program imunisasi kejar ini secara spesifik membidik populasi rentan dengan kriteria sebagai berikut:

  • Kelompok Usia: Anak usia 9 hingga 59 bulan.

  • Kriteria Khusus: Anak yang status imunisasi campak-rubelanya belum lengkap atau terlewat.

Untuk menjamin aksesibilitas, Dinkes telah menyiagakan seluruh infrastruktur kesehatan di Kota Depok sebagai posko imunisasi, meliputi:

  1. Puskesmas di seluruh wilayah kecamatan.

  2. Posyandu tingkat RW.

  3. Fasilitas Swasta: Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik, hingga Rumah Sakit terdekat.

Edukasi dan Komitmen Ketersediaan Vaksin

Dinkes Depok memberikan jaminan penuh terkait ketersediaan stok vaksin dan kesiapan tenaga medis di lapangan. Namun, Devi mengingatkan bahwa kunci keberhasilan operasi kesehatan ini berada di tangan orang tua.

“Kami meminta orang tua untuk proaktif memeriksa buku status imunisasi anak. Jika belum lengkap dua dosis, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunda, karena perlindungan anak adalah prioritas masa depan,” tambahnya.

Menuju Depok Bebas Campak

Dengan cakupan imunisasi yang merata dan terstruktur, Pemerintah Kota Depok optimistis dapat memutus rantai penularan campak sebelum berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih besar. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mengembalikan status Depok sebagai kota dengan ketahanan kesehatan yang tangguh, sekaligus melindungi generasi muda dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi sederhana.

Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah: tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasar kesehatan mereka.

Komentar

komentar

BAGIKAN