Dampak Psikologis Agresi Gaza: Krisis Kesehatan Mental Menerjang Puluhan Ribu Tentara Israel

Depok (08/12/2025) – Konflik di Jalur Gaza telah memicu krisis kesehatan mental yang masif dan belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan militer Israel. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel melaporkan adanya lonjakan tajam kasus gangguan psikologis, mencapai angka mengejutkan: lebih dari 80.000 tentara kini terdampak.

Lonjakan Kasus yang Belum Pernah Terjadi

Wakil Kepala Departemen Rehabilitasi Kemhan Israel, Tamar Shimoni, mengonfirmasi skala krisis ini kepada Army Radio. Jumlah kasus kejiwaan yang ditangani telah meroket dari sekitar 62.000 menjadi sekitar 85.000 kasus—sebuah angka yang ia sebut “belum pernah terjadi sebelumnya.”

Shimoni mengindikasikan bahwa sepertiga dari total prajurit yang mengalami masalah psikologis secara langsung terkait dengan peristiwa 7 Oktober 2023 dan agresi yang menyusul.

Skala pasien yang besar ini melumpuhkan sistem dukungan mental yang ada. Satu terapis bahkan harus menangani hingga 750 pasien, dan di beberapa wilayah, jumlahnya bahkan lebih tinggi. Kondisi ini secara signifikan menghambat kemampuan terapis untuk memberikan perawatan yang cepat dan memadai.

Krisis Nasional dan Meningkatnya Tragedi

Laporan ini menguatkan peringatan sebelumnya. Pada November lalu, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, telah menyoroti adanya “krisis psikologis yang meluas” di seluruh Israel akibat agresi brutal di Gaza. Hampir dua juta orang di Tel Aviv dilaporkan membutuhkan dukungan kesehatan mental.

Dampak buruk krisis ini juga merembet ke ranah sosial, dengan banyak warga dilaporkan mengalami peningkatan kasus kecanduan narkoba.

Lebih mengkhawatirkan lagi, media-media Israel melaporkan adanya peningkatan tajam dalam kasus bunuh diri di kalangan prajurit, terutama dipicu oleh stres pasca pertempuran. Data militer pada Oktober mencatat:

  • Terdapat 279 percobaan bunuh diri di kalangan prajurit selama 18 bulan terakhir.

  • 36 di antaranya berujung pada kematian.

Angka-angka ini memperjelas bahwa beban psikologis agresi di Gaza tidak hanya terbatas pada medan tempur, tetapi telah menciptakan luka mental yang dalam dan meluas di seluruh jajaran militer Israel.

Komentar

komentar

BAGIKAN