Dorong Transfer Teknologi dan Akses Pasar, KBRI Beijing Kembangkan Kemitraan Pendidikan dan Rantai Pasok Indonesia-China

DEPOK (16/10/2026) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing secara aktif mendorong sektor pendidikan sebagai instrumen strategis transfer teknologi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dari China menuju Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Kepala Perwakilan RI Beijing, Parulian Silalahi, saat membuka Forum Indonesia Universitas Peking (PKUIF) bertema “Indonesia dalam Masa Transisi: Pembangunan, Masyarakat, dan Tatanan Regional” di Beijing pada Jumat (16/10/2026). Di hadapan sekitar 50 akademisi lintas negara, Parulian menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah memacu agenda pembangunan inklusif yang berfokus pada ketahanan gizi, energi, hilirisasi industri, serta transformasi digital. Kemitraan pendidikan dan pertukaran mahasiswa diharapkan dapat melampaui pola perdagangan komoditas konvensional menuju integrasi rantai nilai serta pengembangan teknologi bersama secara berkelanjutan.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA), Lili Yan Ing, menggarisbawahi pentingnya China meningkatkan kualitas Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia, khususnya pada sektor energi hijau, teknologi digital, AI, serta perluasan akses pasar produk UKM dan pertanian lokal. Sementara itu, peneliti Crawford School of Public Policy ANU, Firman Witoelar, menyoroti besarnya investasi China di sektor pengolahan baterai dan kendaraan listrik di Indonesia, sembari mengingatkan perlunya ketepatan arah kebijakan fiskal serta peran Danantara agar tidak menggeser investasi swasta. Hubungan ekonomi bilateral kedua negara sendiri mencatatkan pertumbuhan signifikan, di mana nilai perdagangan melampaui 135 miliar dolar AS hingga Agustus 2026, mempertegas posisi China sebagai salah satu tiga besar investor asing utama di Tanah Air.

Komentar

komentar

BAGIKAN