Depok (05/04/2026) – Gelombang calon jemaah haji asal Kota Depok mulai memasuki tahapan krusial persiapan keberangkatan. Wali Kota Depok, Supian Suri, secara resmi membuka Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota yang dipusatkan di Masjid Jami Dhuyufurrahman, Kecamatan Tapos, Minggu (05/04/26).
Di hadapan ribuan calon tamu Allah, Supian Suri memberikan pembekalan yang menitikberatkan pada dua pilar utama mentalitas haji yang ia rangkum dalam akronim “SS”: Syukur dan Sabar.
Paradoks Kuota: Antrean 29 Tahun Terpangkas Menjadi 26 Tahun
Salah satu poin krusial yang diangkat adalah lonjakan kuota haji Kota Depok tahun ini yang mencapai 2.600 jemaah, meningkat signifikan dari angka sebelumnya yang hanya 1.600 jemaah. Perubahan kebijakan pemerintah pusat ini berdampak langsung pada masa tunggu (waiting list) warga Depok.
“Kita patut bersyukur, antrean yang sebelumnya mencapai 29 tahun kini dipercepat menjadi sekitar 26 tahun. Artinya, ada jemaah yang seharusnya baru berangkat tiga tahun lagi, bisa dipanggil berangkat tahun ini. Ini adalah takdir Allah yang harus disyukuri,” ungkap Supian Suri.
Manajemen Kesabaran di Tanah Suci
Pilar kedua, Sabar, ditekankan sebagai kunci menghadapi kepadatan jutaan manusia dengan kepentingan yang sama. Supian mengingatkan bahwa tantangan haji bukan sekadar ritual fisik, melainkan pengendalian diri.
“Situasi akan sangat padat. Sabar bukan hanya menahan emosi, tapi juga mengendalikan ego dalam beribadah. Sabar memang tidak mudah, tapi ia mempermudah segala urusan,” tegasnya.
Peringatan untuk Kloter Awal: Waspada “Euforia Ibadah”
Secara khusus, Wali Kota memberikan peringatan medis dan teknis bagi jemaah yang tergabung dalam kloter awal. Mengingat masa tunggu menuju puncak haji (Wukuf di Arafah) bisa memakan waktu hingga satu bulan, jemaah diminta untuk tidak menguras tenaga di awal waktu.
Strategi Fisik yang Disarankan Wali Kota:
-
Kendali Ibadah Tambahan: Jemaah diimbau tidak memaksakan diri melakukan umrah berkali-kali atau membadalkan banyak orang sebelum puncak haji.
-
Manajemen Energi: Mengatur pola makan dan istirahat yang cukup agar kondisi fisik tetap prima saat hari H Wukuf.
-
Prioritas Utama: Fokus pada rukun haji, bukan sekadar durasi berada di dalam masjid yang berpotensi menguras stamina.
“Tujuan utama kita adalah haji. Jangan sampai karena terlalu bersemangat di awal, kesehatan justru terganggu saat puncak ibadah tiba. Semangat harus tinggi, tapi fisik harus tetap dijaga,” pesannya.
Harapan bagi Kontingen Depok
Menutup bimbingan tersebut, Supian Suri menitipkan doa agar seluruh kontingen haji asal Depok dapat menjalankan ibadah secara maksimal dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dalam kondisi sehat walafiat.
Kegiatan manasik ini diharapkan menjadi fondasi bagi jemaah untuk memahami medan perjuangan di tanah suci, sehingga keberangkatan mereka tahun ini tidak hanya menjadi perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan spiritual yang terorganisir dengan baik.



































