DEPOK (04/08/2026) – Di tengah dinamisnya ritme perkotaan, Depok Open Space (DOS) yang berlokasi strategis di dekat Stasiun Depok Baru kini bertransformasi menjadi ruang inklusif yang melampaui fungsi utamanya sebagai tempat olahraga dan rekreasi. Ruang terbuka publik milik Pemkot Depok tersebut menjelma menjadi laboratorium kreatif bagi pegiat seni, salah satunya Kelompok Teater Aktor Kulit Luar (Akular). Melalui konsep panggung terbuka, proses kreatif yang dijalani para seniman dapat disaksikan langsung oleh masyarakat tanpa sekat, sehingga menghadirkan interaksi budaya secara alami di ruang publik.
Sutradara Pementasan Teater Kapai-Kapai dari komunitas Akular, Yuanditra Bhayu Utarto, menyampaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bahwa suasana DOS yang kondusif menjadi alasan utama pemilihan lokasi latihan tersebut. Warga yang melintas kerap berhenti untuk menonton, bertanya mengenai proses produksi pementasan, hingga berdiskusi interaktif seputar seni teater. Kehadiran ruang publik ini dinilai efektif dalam memangkas jarak antara pelaku seni dan awam, sekaligus menumbuhkan apresiasi serta inspirasi berekspresi bagi generasi muda yang menyaksikan proses latihan secara rutin.
Kemudahan akses transportasi menuju kawasan DOS turut menjadi pendorong utama produktivitas komunitas tersebut. Letaknya yang berdekatan dengan Stasiun Depok Baru memberikan kenyamanan mobilitas bagi para anggota Akular yang tersebar di wilayah Depok, Jakarta, hingga Bekasi. Yuanditra berharap Pemkot Depok terus merawat keberadaan DOS agar tetap menjadi wadah kolaboratif yang ramah bagi berbagai kegiatan positif, mulai dari seni, budaya, hingga olahraga, seraya mengimbau masyarakat untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas publik tersebut secara produktif dan bertanggung jawab.





































