DEPOK (07/08/2026) – Petenis ganda putri andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, mengalihkan fokus utamanya pada proses adaptasi kondisi lapangan jelang laga pembuka turnamen WTA 1000 National Bank Open 2026 di Toronto, Kanada. Langkah penyesuaian ini diambil setelah pekan lalu ia sukses merengkuh gelar juara di ajang WTA 500 Mubadala Citi DC Open, Washington. Sang pelatih, Christopher Rungkat, mengungkapkan bahwa permukaan lapangan keras di Toronto karakter lajunya cenderung lebih cepat dibandingkan dengan Washington, sehingga membutuhkan waktu beberapa hari agar ritme permainan Aldila dapat langsung menyatu.
Pada babak pertama turnamen bergengsi ini, Aldila yang kembali berduet dengan petenis Selandia Baru, Erin Routliffe, langsung dihadapkan pada ujian berat menghadapi pasangan unggulan keempat, Kristina Mladenovic (Prancis) dan Hanyu Guo (China). Christo menjelaskan bahwa anak asuhnya tidak masuk dalam daftar unggulan lantaran penentuan pemeringkatan turnamen masih mengacu pada ranking sebelum Aldila/Routliffe menjuarai ajang di Washington. Alhasil, skema undian mempertemukan mereka dengan sang juara ganda putri Wimbledon 2026 yang baru saja kembali ke lapangan usai meraih gelar Grand Slam rumput tersebut.
Kendati harus melakoni pertarungan ketat sejak awal, rentetan hasil positif di Washington diyakini menjadi modal kepercayaan diri yang sangat berharga bagi Aldila dan Routliffe untuk tampil menekan. Pihak pelatih optimistis pasangan Indonesia-Selandia Baru tersebut mampu memberikan perlawanan maksimal saat berhadapan dengan Mladenovic/Guo. Pertandingan babak pertama yang mempertemukan kedua pasangan tangguh ini dijadwalkan bergulir pada Sabtu (8/8) WIB.































