DEPOK (16/09/2026) – Penerapan sistem home-away atau kandang-tandang yang diusung Indonesian Basketball League (IBL) sejak kurun 2023 terbukti menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem bola basket tanah air secara berkelanjutan. Dalam gelaran Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta pada Rabu (16/9/2026), Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengungkapkan bahwa angka lonjakan penonton melesat hingga 400 persen jika dibandingkan dengan format series terdahulu. Pertumbuhan siginifikan ini membuktikan ketepatan langkah transformasi kompetisi yang telah diinisiasi bertahap sejak 2020 melalui pembenahan jadwal, penetapan basis klub berbasis kota, pengembangan potensi komersial, hingga penguatan identitas pendukung lokal di daerah masing-masing.
Skala kompetisi yang kian meluas ini berhasil memperdekatkan laga bola basket profesional dengan masyarakat, memanfaatkan potensi pasar usia muda yang tingkat ketertarikannya terhadap cabang olahraga ini telah menembus angka di atas 80 persen. Senada dengan hal tersebut, pemilik klub Bogor Hornbills, Leo Gautama, yang berhasil mengukir sejarah sebagai juara baru IBL musim 2026, turut mengapresiasi tata kelola liga yang semakin modern dan profesional. Menurut Leo, format kandang-tandang tak sekadar mengubah venue pertandingan, melainkan sukses mempererat ikatan emosional klub dengan komunitas basisnya. Ia pun memproyeksikan bakal terjadi ledakan minat pasar basket nasional dalam kurun tiga hingga lima tahun mendatang seiring meningkatnya popularitas liga serta menguatnya fondasi bisnis olahraga di Indonesia.



































