DEPOK (16/09/2026) – PT MRT Jakarta tengah gencar mengoptimalkan konsep Transit Oriented Development (TOD) Placemaking sebagai strategi jitu untuk menghidupkan kembali simpul-simpul ekonomi di ibu kota. Pendekatan ini berfokus pada penataan ruang di sekitar stasiun MRT agar bertransformasi menjadi ruang publik yang aktif, inklusif, dan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.
Division Head Business Planning and Expansion Division PT MRT Jakarta, R Samuel Ryan Pradipta, mencontohkan keberhasilan nyata konsep ini di kawasan Blok M. “Dulu Blok M tidak ramai, tapi hari ini sudah berubah total. Siapa pun kini merasa nyaman datang ke sana, dan sektor UMKM pun tumbuh pesat,” ujarnya di Jakarta, Selasa. Samuel mengungkapkan kepuasannya melihat pertumbuhan UMKM di Blok M, yang kini telah menjelma menjadi titik temu favorit bagi beragam komunitas di Jakarta.
Pergerakan masyarakat yang berkumpul dan menjadikan Blok M sebagai pusat interaksi komunitas secara tidak langsung telah menggerakkan denyut ekonomi perkotaan. Pihak MRT Jakarta pun menyambut positif tren ini karena selain menumbuhkan UMKM, kehadiran wajah baru Blok M juga turut berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.
Ke depan, PT MRT Jakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan lokasi-lokasi potensial lainnya sebagai ruang titik temu yang dibutuhkan masyarakat. “Kami akan melakukan kajian mendalam dan pemetaan komprehensif untuk menentukan wilayah TOD lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka ruang sosial baru, sekaligus menggerakkan ekonomi,” tegas Samuel.
Konsep TOD Placemaking sendiri mengedepankan kawasan yang mudah dijangkau dan terhubung erat dengan moda transportasi publik, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat menuju lokasi tersebut. Kawasan ini didesain memiliki fasilitas yang nyaman, aman, dan bersih, sehingga representatif untuk menggelar berbagai kegiatan bagi pengunjung, baik yang sekadar datang maupun menetap, serta menyediakan ruang bagi interaksi sosial.
Kehadiran TOD Placemaking ini pada akhirnya bertujuan untuk membangun rasa kepemilikan dan keterikatan emosional antara masyarakat dengan wilayah tempat tinggal atau aktivitas mereka. Selain itu, strategi ini juga efektif mengubah ruang-ruang kota yang sebelumnya terkesan tua dan kusam menjadi pusat kegiatan sosial yang dinamis. Melalui inisiatif ini, MRT Jakarta terus berupaya menyediakan ruang berinteraksi yang berkualitas bagi warga dan menghidupkan kembali tempat-tempat di Jakarta agar memiliki daya tarik kuat untuk dikunjungi kembali.




































