DEPOK (04/11/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas serta keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Rapat Koordinasi Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Edelweis, Gedung Balai Kota Depok, pada Rabu (04/11/2026). Pertemuan yang dipimpin oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG ini digelar untuk menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ mengenai Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah.
Wakil Wali Kota Depok sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG, Chandra Rahmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyusun tim teknis yang melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, hingga tingkat kecamatan untuk melakukan inspeksi menyeluruh ke 199 titik SPPG atau Dapur MBG. Tim teknis pengawasan tersebut ditargetkan rampung paling lambat 6 November 2026 agar dapat segera turun melakukan monitoring dan evaluasi lapangan. Chandra menilai program strategis nasional ini membawa dampak multiplier yang masif bagi perputaran ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Guna menjaga efektivitas peninjauan di lapangan, pembagian pengawasan akan dikelompokkan ke dalam dua klaster operasional. Satgas tingkat kota akan turun langsung meninjau 40 titik SPPG yang membutuhkan perhatian khusus, sedangkan 159 titik dapur lainnya akan berada di bawah pendampingan dan pengawasan jajaran camat bersama puskesmas setempat.
Selain fokus pada aspek gizi makanan, Pemkot Depok menetapkan standar kelayakan lingkungan yang ketat bagi seluruh pengelola dapur, termasuk keaktifan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengelola SPPG diwajibkan melampirkan hasil uji laboratorium sampel air limbah untuk memastikan pemenuhan baku mutu lingkungan. Chandra menyebutkan bahwa surat pemberitahuan telah dikirimkan ke seluruh dapur dengan tenggat pengecekan laboratorium pada Jumat mendatang, sehingga proses penginputan data evaluasi dapat berjalan tertib. Melalui sistem pengawasan ketat ini, Pemkot Depok optimistis dapat menjamin distribusi makanan yang aman, higienis, dan bergizi tinggi, sekaligus memperkokoh pijakan menuju target Depok bebas stunting baru (zero new stunting).








































