Transformasi Karakter di SLB: Kemendikdasmen Dorong Kemandirian Lewat Program 7 KAIH

Depok (03/05/2026) –  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat fondasi pendidikan inklusif di Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui implementasi strategis “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” (7 KAIH). Langkah ini diambil guna memacu kemandirian sekaligus mengukuhkan karakter murid berkebutuhan khusus di seluruh penjuru negeri.

Melalui Webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) Seri Praktik Baik, Kemendikdasmen menyediakan wadah bagi satuan pendidikan untuk mendiseminasikan inovasi serta pengalaman inspiratif dalam mendampingi peserta didik disabilitas.

Dari Kesetaraan Menuju Keadilan (Equity)

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif, Rita Pranawati, menegaskan bahwa penerapan 7 KAIH di lingkungan SLB menuntut pendekatan yang adaptif. Ia menyoroti transisi penting dalam pola asuh pendidikan khusus, yakni bergerak dari sekadar pemenuhan hak yang sama (equality) menuju pemenuhan kebutuhan yang tepat sasaran (equity).

  • Pembentukan Karakter: Program ini didesain untuk menanamkan kedisiplinan, akhlak mulia, dan rasa percaya diri agar murid mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keadilan serta kualitas layanan bagi penyandang disabilitas.

Replikasi Inovasi dan Praktik Baik

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, menyatakan bahwa Webinar ini berfungsi sebagai ruang strategis untuk mendokumentasikan kreativitas satuan pendidikan yang telah berhasil mengadaptasi 7 KAIH. Hasil identifikasi praktik baik ini diharapkan dapat menjadi rujukan yang dapat direplikasi dan diperluas skalanya secara nasional.

Intervensi Pendidikan yang Holistik

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, menambahkan bahwa integrasi 7 KAIH di SLB merupakan bagian dari intervensi pendidikan menyeluruh. Upaya ini tidak hanya menyasar kemampuan akademik, namun juga mencakup berbagai dimensi pertumbuhan murid:

  • Kognitif dan Sosial Emosional: Memperhatikan perkembangan pola pikir dan kematangan perasaan murid.

  • Keterampilan Hidup: Fokus pada penguatan kemandirian serta kecakapan fungsional bagi murid berkebutuhan khusus.

Melalui ekosistem layanan pendidikan khusus yang berkelanjutan, pemerintah optimis bahwa peningkatan kesadaran masyarakat yang dibarengi dengan dukungan kebijakan akan membuka peluang lebih lebar bagi kemajuan pendidikan inklusif di Indonesia.

Komentar

komentar

BAGIKAN