Memetakan Standar Pendidikan Kota, Disdik Depok Gelar Monitoring Serentak TKA SD 2026

Depok (21/04/2026) – Dinas Pendidikan Kota Depok secara resmi mengawal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang digelar serentak di seluruh wilayah Kota Depok, Senin (20/04/26). Tes ini menjadi instrumen evaluasi wajib bagi seluruh siswa kelas 6, menyusul keberhasilan pelaksanaan evaluasi serupa bagi jenjang SMP sebelumnya.

Monitoring lapangan dilakukan untuk memastikan objektivitas data akademik yang akan menjadi acuan strategis dalam pemetaan kualitas pendidikan dasar di Kota Depok.

Integritas Sebagai Pilar Utama

Titik pantau utama monitoring berada di SDIT Miftahul Ulum, Kecamatan Cinere. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Depok, Tiarma Naibaho, yang hadir bersama Kepala SDIT Miftahul Ulum, Dedy Susanto, menekankan bahwa pelaksanaan TKA bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari standar pendidikan yang sedang dibangun.

“TKA ini adalah instrumen krusial untuk memetakan capaian kemampuan akademik peserta didik. Data yang akurat akan menjadi fondasi bagi Dinas Pendidikan, sekolah, serta orang tua dalam merumuskan langkah perbaikan maupun penguatan kebijakan pendidikan ke depan,” ujar Tiarma di sela-sela peninjauan.

Evaluasi Berbasis Data untuk Jenjang Lanjutan

Pihak Dinas Pendidikan mengapresiasi tingkat kepatuhan SDIT Miftahul Ulum dalam menjalankan prosedur teknis yang ditetapkan. Kepatuhan terhadap SOP nasional ini dianggap sebagai standar emas yang diharapkan dapat ditiru oleh sekolah lain di wilayah Cinere.

Hasil tes ini diproyeksikan akan memberikan gambaran komprehensif terkait:

  1. Profil Kemampuan Siswa: Mengukur sejauh mana penguasaan materi akademik kelas 6.

  2. Kesiapan Transisi: Sebagai tolok ukur kesiapan siswa sebelum melangkah ke jenjang SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).

  3. Dasar Kebijakan: Menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan prestasi siswa di tingkat kota.

Pesan Kejujuran dari Pihak Sekolah

Menghadapi 106 siswa kelas 6 yang menempuh ujian selama dua hari (20–21 April), Kepala SDIT Miftahul Ulum, Dedy Susanto, menekankan bahwa integritas adalah nilai mutlak yang tak bisa dikompromikan. Ia menegaskan bahwa hasil tes harus merefleksikan kompetensi murni siswa tanpa intervensi yang mencederai kejujuran.

“Kami menekankan kepada siswa bahwa nilai memang penting, namun kejujuran adalah identitas sekolah yang utama. Hasil ujian harus mencerminkan kemampuan asli siswa agar evaluasi yang dilakukan pemerintah nanti bisa tepat sasaran,” tegas Dedy.

Melalui sinergi antara Disdik Depok dan pihak sekolah, pelaksanaan TKA 2026 ini diharapkan menjadi potret nyata kualitas pendidikan dasar di Kota Depok sekaligus menjadi batu loncatan untuk peningkatan standar mutu yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Komentar

komentar

BAGIKAN