Depok (09/05/2026) – Menjaga marwah demokrasi di tingkat daerah, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menekankan pentingnya peran kritik sebagai instrumen perjuangan aspirasi rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam agenda “Coffee Talk” yang mempertemukan jajaran DPD PKS Kota Depok dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok di kawasan Cimanggis, Sabtu (9/5).
Pertemuan tersebut menggarisbawahi bahwa harmoni antara legislatif, eksekutif, dan media massa harus berpijak pada satu muara yang sama: kepentingan publik.
Kritik Sebagai Wujud Kepedulian
Ade Supriyatna menegaskan bahwa komunikasi yang cair antara politisi dan jurnalis bertujuan untuk menghilangkan sekat atau barrier dalam menyampaikan masukan. Menurutnya, kritik yang tajam namun berdasar adalah bentuk kepedulian terhadap kemajuan kota.
“Kritik itu bukan berarti tidak cinta, justru karena sayang. Kalau sebuah kebijakan bermanfaat bagi warga, tentu kami dukung. Namun, jika ada yang mengancam keselamatan atau hak masyarakat, itulah yang harus kita perjuangkan sungguh-sungguh sesuai sumpah jabatan kami,” tegas Ade.
Ia mengakui bahwa meski Depok telah mencapai banyak kemajuan di usianya yang ke-27, tantangan dan masalah perkotaan masih ada. Oleh karena itu, kejujuran dalam mengakui kekurangan menjadi langkah awal untuk perbaikan bersama.
Tantangan Profesionalisme dan Kesejahteraan Pers
Di sisi lain, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan tantangan berat yang dihadapi dunia pers saat ini. Rusdy menyoroti perlunya keberpihakan pemerintah terhadap media profesional yang taat pada kode etik dan telah menempuh uji kompetensi.
Ia mengkhawatirkan tren di mana media tanpa pertanggungjawaban jelas justru mendapat ruang yang sama dengan media profesional. “Pers adalah pilar demokrasi yang menjaga kontrol sosial. Jika masyarakat kehilangan kepercayaan pada pers dan lebih memilih informasi tanpa filter di media sosial, ini bisa membahayakan stabilitas negara,” ujar Rusdy.
Selain profesionalisme, Rusdy secara terbuka memaparkan kondisi kesejahteraan jurnalis yang masih memprihatinkan, di mana banyak wartawan bergantung pada pendapatan digital yang tidak menentu. Ia pun mengapresiasi langkah PKS Depok yang tetap konsisten menjaga komunikasi aktif untuk mendukung ekosistem media yang sehat di Kota Depok.
Dialog Terbuka untuk Demokrasi Sehat
Agenda “Coffee Talk” ditutup dengan diskusi interaktif yang hangat, menciptakan ruang dialog yang setara antara pengambil kebijakan dan pembawa informasi. Melalui penguatan silaturahmi ini, diharapkan tercipta kolaborasi positif yang mampu mendorong pembangunan Kota Depok ke arah yang lebih inklusif dan transparan.







































