Depok (04/05/2026) – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, melayangkan teguran keras kepada Dinas Pendidikan (Disdik) terkait lambannya penanganan krisis fasilitas meja dan kursi di SMPN 3 Depok. Ia menuntut agar pengadaan sarana belajar tersebut dirampungkan pada Mei ini, menepis estimasi Disdik yang baru menargetkan ketersediaan pada tahun ajaran baru mendatang.
Silang Pendapat Estimasi Realisasi
Perdebatan ini mencuat setelah Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyatakan bahwa proses pengadaan sedang berjalan dengan harapan seluruh fasilitas akan lengkap saat memasuki tahun ajaran baru. Namun, Ade Supriyatna dengan tegas menolak penundaan tersebut.
“Enggak, saya minta bulan ini dibereskan itu. Jangan lama-lama,” ujar Ade dalam wawancara di Gedung DPRD, Senin (04/05).
Kritik Atas Kelalaian Eksekusi Anggaran
Ketua DPRD Kota Depok mengungkapkan kekecewaan mendalam lantaran krisis fasilitas ini sebenarnya telah menjadi atensi sejak tahun lalu. Politisi PKS tersebut membeberkan sejumlah fakta krusial mengenai macetnya pengadaan sarana belajar tersebut:
- Kegagalan Eksekusi 2025: Alokasi anggaran untuk furnitur sekolah (mebeler) sebenarnya sudah tersedia pada tahun 2025, namun tidak direalisasikan oleh dinas terkait.
- Pergeseran Anggaran 2026: Untuk tahun 2026, telah dilakukan pergeseran anggaran khusus demi mempercepat pengadaan fasilitas di SMPN 3 serta sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.
- Kesiapan Regulasi: Pemerintah Kota Depok dilaporkan telah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai pergeseran anggaran ini, sehingga secara prosedural tidak ada lagi alasan untuk menunda eksekusi.
Dampak Fisik dan Psikologis Siswa
Kondisi siswa yang terpaksa belajar di lantai tanpa alas meja dan kursi mendapat sorotan tajam dari praktisi pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Itje Chodidjah. Ia memperingatkan adanya dampak sistemik jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut:
- Gangguan Fisik: Siswa rentan mengalami kelelahan akibat posisi tubuh yang tidak ergonomis saat belajar.
- Penurunan Konsentrasi: Ketiadaan fasilitas dasar mengganggu fokus siswa dalam menyerap materi pelajaran.
- Degradasi Contoh Moral: Secara psikologis, siswa diperlihatkan contoh kinerja penyelenggara pendidikan yang rendah, baik di level sekolah maupun Pemerintah Daerah, yang dapat memengaruhi cara pandang mereka terhadap etos kerja.
Kini, publik menunggu langkah nyata dari Dinas Pendidikan untuk mengeksekusi anggaran yang sudah tersedia demi memulihkan kenyamanan belajar di salah satu sekolah negeri di Kota Depok tersebut.







































