Depok (09/05/2026) – Forum dialog “Coffee Talk” yang diinisiasi DPD PKS Kota Depok menjadi panggung penting bagi penguatan hak-hak dasar warga. Bertempat di Rumah Makan Pondok Laras, Sabtu (9/5), jajaran legislator PKS bersama insan pers menyatukan visi dalam mengawal pemulihan status Universal Health Coverage (UHC) serta keberlanjutan program perlindungan bagi masyarakat kurang mampu.
UHC Sebagai Prioritas Hak Dasar Masyarakat
Anggota DPRD Kota Depok, H. Ade Firmansyah, memberikan paparan krusial mengenai urgensi jaminan kesehatan menyeluruh. Mengacu pada data pembahasan LKPJ, ia mengungkapkan kekhawatirannya atas nonaktifnya kepesertaan KIS PBI bagi sekitar 216 ribu warga Depok.
“Ini bukan persoalan sentimen politik, melainkan murni mengenai pemenuhan hak dasar warga untuk sehat. Seluruh fraksi di DPRD telah bersepakat merekomendasikan pengembalian predikat UHC agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih luas dan mudah di seluruh jaringan rumah sakit,” jelas Ade.
Menurutnya, sistem berbasis bantuan sosial yang ada saat ini memiliki keterbatasan akses jika dibandingkan dengan manfaat sistem UHC. Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD telah dijalankan maksimal, sehingga realisasi UHC kini berada di tangan pemerintah daerah untuk segera diimplementasikan.
Menjaga Marwah Pers dan Jaring Pengaman Sosial
Di sisi lain, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, H. Khairulloh, menitikberatkan perhatiannya pada kemandirian pers sebagai pilar keempat demokrasi. Ia berharap media di Kota Depok tetap konsisten menyajikan fakta yang objektif demi menjaga kondusivitas kota di tengah dinamika informasi.
Selain isu media, Khairulloh juga memberikan catatan strategis mengenai keberlanjutan program sosial. Ia berharap manfaat nyata seperti santunan kematian bagi warga miskin dan dukungan bagi pembimbing rohani tetap menjadi prioritas pelayanan, meskipun terjadi perubahan kepemimpinan atau penamaan program.
“Manfaat untuk rakyat kecil harus tetap terjaga. Silakan ada inovasi atau perubahan nama program, namun esensi bantuannya jangan sampai hilang karena itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin,” tutur Khairulloh.
Dialog Terbuka untuk Kemajuan Kota
Pertemuan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan semangat kebersamaan. Melalui forum ini, PKS dan media di Kota Depok berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang intensif. Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi motor penggerak bagi pembangunan Kota Depok yang lebih transparan, inklusif, dan benar-benar berpihak pada kemaslahatan masyarakat luas.








































